UIN Siber Cirebon (Kemenag) — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif menjadi kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari tugas seorang pranata humas. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar pelatihan kehumasan bertajuk “Speak to Inspire: Humas Level Up” yang berfokus pada peningkatan keterampilan komunikasi publik, public speaking, serta penyusunan narasi yang mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Pelatihan ini membekali peserta dengan berbagai strategi komunikasi yang relevan di era digital, mulai dari teknik berbicara di depan publik, penyusunan pesan yang sederhana namun berdampak, hingga pemanfaatan storytelling sebagai pendekatan komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia bidang kehumasan agar semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap dinamika komunikasi publik.
Komunikasi Publik yang Mudah Dipahami Masyarakat
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa komunikasi pemerintah perlu menggunakan bahasa yang sederhana tanpa mengurangi substansi informasi. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata.
Peserta juga diajak memahami pentingnya menyusun pesan komunikasi berdasarkan kebutuhan publik, bukan sekadar menyampaikan informasi administratif. Dengan demikian, setiap program pemerintah dapat diterima masyarakat secara lebih efektif dan mendorong partisipasi publik yang lebih luas.
Public Speaking dan Storytelling Menjadi Kompetensi Penting Humas
Selain membahas penyusunan pesan, pelatihan menghadirkan materi mengenai teknik berbicara yang efektif melalui konsep 3V (Verbal, Vocal, dan Visual). Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi dalam membangun komunikasi yang meyakinkan sekaligus mampu menarik perhatian audiens.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teknik storytelling, yaitu menyampaikan informasi melalui alur cerita yang dimulai dari persoalan yang dihadapi masyarakat, solusi yang diberikan, manfaat yang dirasakan, hingga penyampaian fakta secara akurat. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membangun kedekatan emosional serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Tak hanya itu, narasumber mengingatkan bahwa setiap insan humas merupakan representasi lembaga. Oleh karena itu, humas masa kini dituntut tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai komunikator, storyteller, content creator, influencer institusi, sekaligus problem solver dalam menjawab kebutuhan informasi masyarakat.
Pranata Humas UIN Siber Cirebon Ambil Bagian dalam Penguatan Kompetensi Nasional
Dalam kegiatan tersebut, Pranata Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin dan Amelia Ayu Lestari, turut berpartisipasi bersama ratusan insan humas dari berbagai satuan kerja Kementerian Agama di seluruh Indonesia. Keikutsertaan keduanya mencerminkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kehumasan agar mampu mengikuti perkembangan komunikasi publik yang semakin dinamis.
Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual, tetapi juga berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan komunikasi publik. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pranata humas dalam menyampaikan informasi yang akurat, mudah dipahami, serta membangun citra positif institusi di tengah masyarakat.
Mendukung Layanan Informasi Publik yang Profesional
Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi insan humas untuk terus meningkatkan kompetensi seiring perubahan pola komunikasi masyarakat di era digital. Dengan kemampuan public speaking, storytelling, dan penyusunan pesan yang efektif, humas diharapkan mampu menghadirkan layanan informasi publik yang lebih cepat, terbuka, edukatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, partisipasi dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam membangun tata kelola komunikasi publik yang profesional serta mendukung terwujudnya pelayanan informasi yang semakin berkualitas bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.


