UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) – Upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kuat terus diperkuat melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Hal ini tercermin dalam kegiatan Penguatan Career Development Center (CDC) yang diikuti oleh UPT Pengembangan Karir bersama para Wakil Rektor III PTKI se-Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta ini menjadi rangkaian penutup sekaligus penguatan strategis dalam pengembangan layanan karier di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Pada sesi utama, materi penguatan CDC disampaikan oleh Nurhadi Irbath yang menekankan pentingnya pengelolaan pusat karier berbasis sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, CDC harus mampu bertransformasi menjadi pusat layanan karier yang tidak hanya informatif, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan pembahasan program Integrated Campus Hiring yang disampaikan oleh Ria Aprilia bersama Jihad Wafdal Qahar Al-Masyhuda. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat penyerapan lulusan ke dunia kerja melalui kolaborasi langsung antara perguruan tinggi dan industri.
Selain itu, peserta juga mengikuti pembahasan perencanaan event lomba nasional tahun anggaran 2026 yang dimoderatori oleh Sugiyono.
Kepala UPT Pengembangan Karir Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wahyono, menegaskan bahwa penguatan CDC menjadi langkah krusial dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan.
“CDC tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi lowongan kerja, tetapi juga sebagai fasilitator pengembangan karier mahasiswa melalui pelatihan soft skills, bimbingan karier, hingga pelaksanaan job fair dan Campus Hiring. Dengan penguatan kelembagaan, CDC dapat menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia industri,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan CDC, implementasi Campus Hiring, serta manajemen talenta nasional merupakan tiga elemen strategis yang saling terhubung dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kuat.
“Ketiganya harus berjalan secara sinergis agar proses penyiapan hingga penyerapan tenaga kerja dapat berlangsung optimal. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mencetak talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” tambah Wahyono.
Dalam sesi yang sama, para Wakil Rektor III juga membahas pentingnya manajemen talenta nasional sebagai respons terhadap dinamika global. Sistem yang terintegrasi mulai dari pendidikan, pelatihan vokasi, hingga penempatan kerja dinilai menjadi kunci dalam menciptakan SDM yang adaptif di era digital.
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Sahiron yang menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi sebagai fondasi utama mahasiswa di era transformasi global.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu melahirkan gagasan yang solutif dan aplikatif. Perguruan tinggi harus menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis dan inovatif,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberanian untuk bereksperimen dan tidak takut gagal merupakan bagian penting dalam membentuk karakter pembelajar yang tangguh. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil pembahasan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara konkret oleh UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas layanan karier serta daya saing lulusan di dunia kerja.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan nasional di era global.




