UIN Siber Cirebon — Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan International Webinar bertema “The Indonesian Diaspora in Global Networks: Knowledge, Identity, and Transnational Contributions” pada 25 Februari 2026 melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis fakultas dalam memperkuat internasionalisasi akademik, memperluas jejaring global, serta meningkatkan wawasan mahasiswa terkait kontribusi diaspora Indonesia dalam bidang keilmuan dan sosial.
Penguatan Internasionalisasi Akademik FUA
Webinar internasional ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Anwar Sanusi.
Dalam sambutannya, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum akademik, tetapi bagian dari transformasi kelembagaan menuju fakultas yang berdaya saing global.
“Webinar internasional ini merupakan langkah strategis FUA dalam memperluas jejaring global dan memperkuat positioning keilmuan kita di tingkat internasional. Internasionalisasi dan digitalisasi adalah dua program unggulan fakultas yang harus terus kita dorong secara sistematis dan berkelanjutan.”
Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi harus memiliki kesiapan intelektual, spiritual, dan profesional untuk berkiprah di tingkat global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.
Paparan Narasumber Global dan Jejaring Transnasional
Webinar ini menghadirkan dua narasumber bereputasi internasional, yakni Frank Dhont dari National Cheng Kung University Taiwan dan Dea Arsantiputri dari Voluntary Service Aberdeen Skotlandia. Kegiatan dipandu oleh moderator, Andri Azis Putra.
Dalam pemaparannya, Dea Arsantiputri membagikan pengalaman akademik dan profesionalnya sebagai diaspora Indonesia. Ia menjelaskan bahwa peluang internasional terbuka luas bagi lulusan Tasawuf dan Psikoterapi, khususnya dalam bidang mental health support, community empowerment, dan pengembangan life skills.
“Alumni Tasawuf dan Psikoterapi memiliki keunggulan dalam pendekatan spiritual dan humanistik. Ini menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan dalam praktik pendampingan psikologis di level internasional,” jelas Dea.
Sementara itu, Prof. Frank Dhont menyoroti fenomena diaspora Indonesia dari perspektif sejarah dan jaringan global. Ia menyampaikan bahwa diaspora Indonesia memiliki integritas serta loyalitas kebangsaan yang kuat, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan riset lintas negara, khususnya antara Indonesia dan Taiwan.
Komitmen Kolaborasi dan Penguatan Mahasiswa Global
Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi FUA, Debbi Fajrin, menyampaikan bahwa jurusan menyambut baik peluang kolaborasi internasional tersebut sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia mengemukakan rencana pengembangan kerja sama internasional dalam bentuk riset bersama, pertukaran mahasiswa (student mobility), serta pengabdian masyarakat lintas negara. Program ini diharapkan menjadi kelanjutan dari pengalaman internasional sebelumnya dan memperkuat posisi jurusan dalam jejaring global.
“Internasionalisasi bukan hanya menghadirkan narasumber luar negeri, tetapi harus diwujudkan dalam program konkret seperti pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan pengabdian masyarakat lintas negara. Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi siap menjadi pionir dalam penguatan jejaring global berbasis spiritual-humanistik,” tegasnya.
Webinar ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tema diaspora Indonesia dalam jejaring global.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi, digitalisasi, serta kesiapan mahasiswa untuk berkiprah di tingkat global dengan tetap menjunjung identitas kebangsaan.





