Berita Kegiatan Pojok Rektor
Home » Pos » Berita » Prof. Nasaruddin Umar, Jembatan Perdamaian dari Timur untuk Dunia: “Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menilai Kiprah Menteri Agama RI Layak Diganjar Nobel Perdamaian Dunia”

Prof. Nasaruddin Umar, Jembatan Perdamaian dari Timur untuk Dunia: “Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menilai Kiprah Menteri Agama RI Layak Diganjar Nobel Perdamaian Dunia”

UIN Siber Cirebon (Depok) — Di tengah dunia yang masih diwarnai ketegangan, konflik, dan kesalahpahaman antarumat beragama, muncul satu nama dari Indonesia yang gaungnya menembus batas geografis dan teologis: Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar,MA.

Dari podium Masjid Istiqlal hingga mimbar di Vatikan, dari ruang kuliah di Universitas Al-Azhar hingga forum global di markas besar PBB, pesan yang ia bawa selalu sama — bahwa cinta kasih, persaudaraan, dan kemanusiaan adalah bahasa universal umat manusia.

Tak heran jika Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menilai sang Menteri Agama RI layak diusulkan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian Dunia.

“Nama Anregurutta Prof. Nasaruddin Umar kini melambung tinggi di kancah internasional sebagai tokoh lintas agama dunia. Ia bukan hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi menghidupinya dalam tindakan nyata,” ujar Prof. Aan Jaelani dengan penuh keyakinan di Depok, Selasa (28/10).

Humas Kemenag “Level Up”: Sosialisasi KMA 1518/2025 Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Dari Masjid Istiqlal ke Panggung Dunia

Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin menjadikan rumah ibadah terbesar di Asia Tenggara itu bukan sekadar tempat ibadah, tetapi pusat peradaban inklusif — ruang dialog antariman, tempat diplomat, rohaniwan, dan akademisi dunia bertemu dalam semangat persaudaraan.

Inisiatif besarnya, Deklarasi Istiqlal 2024, yang digelar saat kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, menjadi simbol kesepahaman antaragama yang menggema hingga ke mancanegara. Dunia menyebutnya sebagai model harmoni spiritual dari Indonesia untuk dunia.

“Deklarasi itu bukan sekadar peristiwa keagamaan,” kata Prof. Aan. “Itu adalah diplomasi spiritual — warisan baru bagi peradaban global.”

Dialog yang Menembus Sekat Teologi

Tingkatkan Kapasitas Kehumasan, Humas UIN Siber Cirebon Ikuti Webinar Iprahumas

Ketokohan Prof. Nasaruddin tidak hanya diukur dari jabatannya, melainkan dari keberaniannya membangun jembatan antariman di tengah dunia yang terpecah. Ia dikenal akrab dengan para pemuka agama dunia, termasuk kardinal, rabbi, dan biksu, serta aktif dalam Forum Daring Peace di Vatikan yang digelar Komunitas Sant’Egidio.

Di hadapan para pemimpin agama dunia itu, ia berkata sederhana namun kuat:

“Persaudaraan tidak mengenal batas agama.”

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Dalam setiap perjumpaan lintas iman, Prof. Nasaruddin menunjukkan kerendahan hati dan cinta kasih yang tulus — nilai yang membuatnya disegani bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga diplomat moral dunia.

Pemikir yang Merangkul, Bukan Menghakimi

AI dalam Pendidikan: Antara Peluang Transformasi dan Tanggung Jawab Etis

Sebagai cendekiawan Muslim global, Prof. Nasaruddin tak hanya dikenal karena pandangan teologinya yang moderat, tetapi juga karena kedalaman karya akademiknya. Buku-bukunya tentang tafsir, gender, dan perdamaian menjadi referensi di berbagai universitas internasional.

Ia menempatkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, bukan sebagai dogma yang menyingkirkan yang lain. Bagi Nasaruddin, agama bukan tembok pemisah, melainkan jembatan yang menghubungkan hati manusia.

“Dunia tidak butuh dominasi agama tertentu,” tutur Prof. Aan menirukan pemikiran sang menteri. “Yang dibutuhkan adalah sinergi spiritual untuk memperkuat kemanusiaan universal.”

Pesan Damai dari Timur

Dari Jakarta hingga Vatikan, dari Al-Azhar hingga New York, langkah Prof. Nasaruddin selalu membawa pesan yang sama: bahwa kedamaian adalah panggilan suci setiap manusia.

Maka, ketika Prof. Aan Jaelani Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyuarakan gagasan agar namanya diusulkan sebagai penerima Nobel Perdamaian Dunia, banyak pihak menilai itu bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan atas dedikasi panjang seorang ulama yang menjadikan kasih sayang sebagai jalan dakwahnya.

Dalam dunia yang semakin bising oleh perpecahan, sosok seperti Prof. Nasaruddin Umar hadir sebagai pengingat: bahwa dari Timur, dari tanah Indonesia yang majemuk, masih ada suara lembut yang mengajak dunia untuk duduk bersama — berdamai dalam kemanusiaan.

Berita Populer

01

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

02

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

03

Pengumuman Penetapan Keringan UKT Semester Genap 2025/2026

04

Pengumuman Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

05

Pengumuman Pendaftaraan Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor ke 4 Tahun 2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives

Pos Terbaru