UIN Siber Cirebon – Semangat belajar tidak mengenal batas usia. Hal tersebut terlihat dari antusiasme ibu-ibu Majelis Ta’lim Roudlotul Jannah saat mengikuti kegiatan belajar membaca dan menulis bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tengah Tani dan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Desa Palir, Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tengah Tani. Pendampingan diarahkan untuk membantu meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis sekaligus membangun keberanian serta kepercayaan diri peserta untuk terus belajar.
Belajar Bersama Tanpa Mengenal Usia

Meskipun sebagian peserta sudah tidak lagi berada pada usia sekolah, semangat mengikuti pembelajaran tetap terlihat sepanjang kegiatan. Ibu-ibu Majelis Ta’lim mengikuti latihan membaca dan menulis menggunakan buku tulis yang telah disediakan.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tengah Tani, Ibu Aniyati dan Ibu Farida, turut memberikan arahan dan pendampingan selama proses pembelajaran. Keduanya tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun suasana belajar yang sederhana, akrab, dan mendorong peserta untuk tidak ragu dalam berlatih.
Ibu Farida menyampaikan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti belajar.
“Kami ingin ibu-ibu tetap memiliki semangat untuk belajar. Walaupun usia sudah tidak muda, bukan berarti kesempatan untuk belajar berhenti. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita bisa saling mendukung dan belajar bersama.”
Sementara itu, Ibu Aniyati menekankan bahwa kemauan menjadi bagian penting dalam proses belajar. Menurutnya, peserta tidak perlu merasa malu ketika masih mengalami kesulitan karena kemampuan akan berkembang melalui latihan yang dilakukan secara bertahap.
Mahasiswa PPL Turut Mendampingi
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PPL KUA Kecamatan Tengah Tani terlibat secara langsung mendampingi peserta. Mahasiswa membantu ibu-ibu ketika mengalami kesulitan dalam membaca maupun menulis serta memberikan dukungan selama proses latihan berlangsung.
Bagi mahasiswa, keterlibatan ini menjadi pengalaman praktis untuk memahami dinamika pembelajaran di tengah masyarakat. Interaksi langsung dengan peserta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kesabaran, serta keterampilan dalam memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pengalaman tersebut juga memperluas ruang belajar mahasiswa. Jika di lingkungan akademik mahasiswa memperoleh pembekalan secara teoritis, melalui PPL mereka dapat melihat secara langsung bagaimana proses edukasi dan pemberdayaan masyarakat berlangsung dalam suasana yang lebih beragam.
Ciptakan Ruang Belajar yang Hangat

Kegiatan belajar membaca dan menulis tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan dasar. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan Penyuluh Agama Islam, mahasiswa PPL, dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesempatan untuk belajar dapat hadir pada setiap tahap kehidupan. Dukungan dari penyuluh dan mahasiswa turut menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta untuk berani mencoba, bertanya, dan terus berlatih tanpa merasa malu atas kemampuan yang dimiliki.
Semangat tersebut menjadi pesan penting dari kegiatan Majelis Ta’lim Roudlotul Jannah: tidak ada kata terlambat untuk belajar. Selama terdapat kemauan dan dukungan dari lingkungan sekitar, proses belajar dapat terus berlangsung dan menjadi bagian dari upaya pengembangan diri.
Melalui kegiatan rutin ini, KUA Kecamatan Tengah Tani bersama mahasiswa PPL UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut menghadirkan pendampingan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bahwa pengabdian tidak selalu hadir melalui kegiatan berskala besar, tetapi juga melalui pendampingan sederhana yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus berkembang.
Selaras dengan SDGs

Kegiatan pembelajaran membaca dan menulis bersama ibu-ibu Majelis Ta’lim selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung kesempatan belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya membuka akses pembelajaran bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan, tanpa dibatasi oleh usia.


