UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama siswa MIS Bi’tsatul Islamiah menggelar pameran hasta karya kreatif berbahan barang bekas, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.
Pameran yang dilaksanakan di lingkungan MIS Bi’tsatul Islamiah, Cirebon, Jawa Barat, menampilkan beragam hasil kerajinan siswa dari berbagai kelas. Mulai dari miniatur rumah, tempat pensil, hiasan, pot bunga, jam dinding, hingga media pembelajaran kreatif, seluruh karya menunjukkan bagaimana barang bekas dapat diolah menjadi produk yang menarik dan bermanfaat.
Kreativitas Siswa Mengubah Barang Bekas Menjadi Bernilai
Kegiatan diawali dengan penataan hasil kerajinan pada meja pameran di depan masing-masing ruang kelas. Siswa kemudian memperkenalkan karya yang telah dibuat dengan menjelaskan bahan yang digunakan, proses pembuatan, serta fungsi dan manfaat produk tersebut.
Setiap kelas mendapat kesempatan untuk menampilkan kreativitas dan usaha siswa dalam menghasilkan karya. Setelah sesi presentasi, siswa berkeliling mengunjungi pameran kelas lainnya untuk mengamati berbagai hasil kerajinan, mendengarkan penjelasan, serta memperoleh inspirasi dari karya teman-temannya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menghasilkan produk kreatif, tetapi juga mengembangkan keberanian berbicara di depan orang lain, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara sederhana.
Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Pendidikan Perubahan Iklim

Pameran hasta karya juga menjadi bagian dari pembelajaran Pendidikan Perubahan Iklim (PPI), khususnya dalam mengenalkan kebiasaan mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan.
Siswa diajak memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan pemanfaatan yang tepat, berbagai benda dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna baru.
Pembelajaran melalui praktik langsung ini membantu siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali bahan yang tersedia, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan kebiasaan yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah.
Dengan demikian, pameran ini menjadi sarana pembelajaran yang menghubungkan kreativitas dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon Dukung Pembelajaran Kreatif

Mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aulia Ulfah dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), turut mendukung pelaksanaan kegiatan pameran hasta karya.
Keterlibatan mahasiswa PLP menjadi bagian dari pengalaman praktik pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga mendukung kegiatan kreatif dan pembentukan karakter siswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.
Kegiatan ini juga melibatkan kepala madrasah, guru, wali kelas, serta orang tua atau wali siswa yang hadir untuk mendampingi dan memberikan dukungan kepada anak-anak dalam menampilkan hasil karya mereka.
Kepala MIS Bi’tsatul Islamiah, Uswatun Hasanah, S.Pd.I., bersama jajaran guru turut mendukung kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi dan belajar secara aktif.
Bangun Kebiasaan Ramah Lingkungan Sejak Dini

Melalui pameran ini, siswa belajar bahwa kreativitas dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga lingkungan. Pemanfaatan barang bekas bukan sekadar menghasilkan kerajinan, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya mengurangi sampah dan menggunakan sumber daya secara bijak.
“Barang bekas bukan sekadar sampah, tetapi dapat menjadi karya yang bernilai melalui kreativitas dan kepedulian. Melalui pameran hasta karya, siswa diajak belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan.”
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran kreatif yang mengembangkan keterampilan dan karakter peserta didik, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui praktik pemanfaatan kembali barang bekas.
Kolaborasi MIS Bi’tsatul Islamiah dan mahasiswa PLP FITK UIN Siber Cirebon diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif pada siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dari ruang kelas, kreativitas sederhana dapat menjadi langkah awal membangun generasi yang inovatif, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan bumi.


