UIN Siber Cirebon – Pengembangan pembelajaran digital memasuki babak baru. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Telkom University (Tel-U) mulai menjajaki kemitraan dalam pengembangan platform pembelajaran digital, microcredential, sertifikasi, dan layanan bahasa.
Penjajakan tersebut dibahas dalam Rapat Penjajakan Potensi Kemitraan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Telkom University yang digelar UPT Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) UIN Siber Cirebon, Senin (21/9/2026), di Gedung Siber SBSN Lantai 5.
Rapat dipandu Sekretaris UPT PJJ, Listiana Ikawati, M.Hum. Sementara dari Tel-U hadir Idola Perdini Putri, Ph.D., Direktur Pembelajaran Digital dan Pusat Bahasa Tel-U, bersama tim layanan pembelajaran digital dan bahasa.
Tel-U Tawarkan Platform Tel-U X
Idola Perdini Putri mengatakan, Tel-U membuka peluang kemitraan melalui Tel-U X, layanan pembelajaran berbasis self-paced yang dikembangkan sebagai platform marketplace pembelajaran, microcredential, dan sertifikasi.
Menurutnya, platform tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan pembelajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.
Selain platform pembelajaran, Tel-U juga menawarkan sejumlah layanan bahasa yang berpotensi dikembangkan bersama UIN Siber Cirebon.
Dalam skema yang ditawarkan, kerja sama course dapat menggunakan pola bagi hasil 50:50 setelah dikurangi biaya operasional. Sementara untuk layanan sertifikasi, skema yang ditawarkan adalah 90 persen untuk UIN Siber Cirebon dan 10 persen untuk Tel-U, setelah dikurangi biaya operasional.
Skema tersebut masih menjadi bagian dari penjajakan dan pembahasan lebih lanjut kedua perguruan tinggi.
Dorong Pembelajaran di Luar Program Studi
Kepala UPT PJJ UIN Siber Cirebon, Dr. Muslihudin, M.Ag., melihat kemitraan ini dapat dikembangkan lebih jauh, termasuk melalui pembukaan program studi bersama dengan model konsorsium.
Ia juga mendorong setiap program studi mengidentifikasi mata kuliah yang mendukung profil lulusan, tetapi belum dapat diakomodasi secara optimal dalam kurikulum program studi.
Mata kuliah tersebut, menurutnya, dapat diarahkan ke platform seperti Tel-U X sebagai bagian dari pembelajaran di luar program studi.
“Hal tersebut bisa menjadi pembelajaran di luar prodi untuk mencapai profil lulusan,” ujarnya.
Muslihudin juga mengangkat gagasan mengenai manajemen talenta. Ia mempertanyakan kemungkinan penggunaan platform untuk mendeteksi minat dan passion calon mahasiswa sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum mahasiswa memilih program studi.
Menanggapi hal itu, Tel-U menjelaskan bahwa pihaknya memiliki talent mapping yang dapat membantu mengidentifikasi kondisi awal dosen maupun mahasiswa, termasuk kemungkinan munculnya tekanan atau stres pada masa awal perkuliahan.
Platform Digital Jadi Ruang Kolaborasi
Kepala Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD) UIN Siber Cirebon, Heru Mudiyanto, M.Pd., menyambut positif peluang tersebut.
Menurut Heru, platform Tel-U X sejalan dengan kebutuhan pengembangan pembelajaran digital UIN Siber Cirebon. Ia menyebut pengembangan platform semacam itu menjadi salah satu cita-cita dalam penguatan ekosistem pembelajaran digital kampus.
Heru juga mengaitkan pengembangan pembelajaran digital dengan kebutuhan open resources dalam mendukung visibilitas akademik dan reputasi perguruan tinggi di tingkat global.
“PIPD siap untuk kerja sama,” tegasnya.
Ia bahkan mengusulkan agar kolaborasi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan course baru, salah satunya terkait industri halal.
Bahasa Jadi Bagian Penting
Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan kompetensi bahasa.
Sekretaris UPT Bahasa UIN Siber Cirebon, Dr. Nana Priajana, M.Pd., menyampaikan keinginan untuk belajar dari pengalaman Tel-U dalam mengembangkan layanan bahasa.
Menurutnya, UPT Bahasa memiliki ruang kerja sama yang cukup luas. Saat ini, UPT Bahasa UIN Siber Cirebon juga memberikan pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bagi mahasiswa penerima KIP.
Sementara itu, M. Fajar Akbar, M.A.B., Kepala Urusan Layanan Bahasa Tel-U, membuka peluang kerja sama pengembangan course Bahasa Arab.
“Kita bisa bekerja sama untuk course bahasa Arab karena kita juga belum punya,” ujarnya.
Dari Penjajakan Menuju Kolaborasi
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa kemitraan UIN Siber Cirebon dan Tel-U tidak hanya berbicara tentang teknologi. Pembahasan berkembang pada pembelajaran fleksibel, microcredential, sertifikasi, pengembangan talenta, layanan bahasa, hingga kemungkinan pengembangan program studi bersama.
Bagi UIN Siber Cirebon, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta dunia kerja.
Langkah berikutnya adalah menindaklanjuti berbagai gagasan yang telah dibahas agar penjajakan tersebut dapat berkembang menjadi program kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, serta pengembangan kelembagaan kedua perguruan tinggi.





