UIN Siber Cirebon – Pendidikan tinggi berbasis digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Platform yang kuat harus ditopang konten pembelajaran yang berkualitas dan sumber daya manusia dengan kompetensi yang relevan. Atas dasar itu, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Telkom University mulai menjajaki kolaborasi strategis dalam pengembangan platform pembelajaran, produksi konten digital, dan penguatan kompetensi bahasa.
Penjajakan tersebut dibahas dalam Rapat Penjajakan Potensi Kemitraan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Telkom University yang digelar UPT Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin (21/9/2026), di Gedung Siber SBSN Lantai 5.
Pertemuan ini menjadi langkah awal mempertemukan pengalaman kedua institusi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kerja sama tersebut relevan dengan penguatan ekosistem pendidikan jarak jauh dan karakter kampus sebagai perguruan tinggi berbasis siber.
Bukan Sekadar Kerja Sama, tetapi Penguatan Ekosistem
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Telkom University.
Menurutnya, pertemuan tersebut penting untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan secara konkret.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk membangun kerja sama yang konkret, khususnya dalam pengembangan platform dan konten pembelajaran serta penguatan kompetensi bahasa,” ujar Prof. Hajam.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi pendidikan membuat perguruan tinggi perlu terus membuka ruang kolaborasi. Perguruan tinggi tidak cukup berjalan sendiri, tetapi perlu saling bertukar pengalaman, pengetahuan, teknologi, dan praktik baik.
Karena itu, penjajakan dengan Telkom University diharapkan dapat berkembang menjadi program kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi penguatan pembelajaran dan layanan mahasiswa.
Tel-U Buka Ruang Kolaborasi
Direktur Pembelajaran Digital dan Pusat Bahasa Telkom University, Idola Perdini Putri, Ph.D., menyambut positif pertemuan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai peluang kolaborasi antara kedua institusi.
“Kami mengapresiasi kesempatan untuk berdiskusi dan melihat potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Telkom University
siap mendukung dan menyukseskan berbagai bentuk kerja sama yang nantinya disepakati bersama,” ujar Idola.
Menurutnya, kolaborasi dapat diarahkan pada kebutuhan nyata sehingga tidak berhenti pada kesepakatan administratif, tetapi dapat menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika.
Platform, Konten, hingga Kompetensi Bahasa
Ruang kolaborasi yang dibahas mencakup sejumlah aspek penting dalam pengembangan pendidikan digital.
Mulai dari pengembangan platform pembelajaran, produksi konten pembelajaran digital, hingga penguatan kompetensi bahasa.
Pembahasan juga melibatkan unsur yang memiliki keterkaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, antara lain UPT PJJ, UPT Bahasa, Pustikom, Pusat Inovasi Pembelajaran Digital, Laboratorium Siber, serta sejumlah program studi PJJ.
Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan turut dihadiri Kepala UPT PJJ Dr. Muslihudin, M.Ag., Kepala UPT Bahasa Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag., Kepala Pustikom Riyanto, M.Kom., Kepala Pusat Inovasi Pembelajaran Digital Heru Mudiyanto, M.Pd., serta jajaran pengelola PJJ dan program studi.
Sementara dari Telkom University hadir Sendy Prayogo, M.Kom., KaUr Layanan Fasilitas dan Produksi Konten Digital; M. Fajar Akbar, M.A.B., KaUr Layanan Bahasa; Margaretha Debora Lala, S.I.Kom., Staf Layanan Fasilitas dan Produksi Konten Digital; serta Krisma Tira Karisma, S.E., Staf Layanan Bahasa.
Dari Penjajakan Menuju Aksi
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memetakan kebutuhan dan peluang kerja sama secara lebih spesifik.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, penguatan platform dan konten digital menjadi bagian penting dalam memastikan pembelajaran jarak jauh tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memiliki kualitas akademik dan pengalaman belajar yang baik.
Sementara penguatan kompetensi bahasa dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin terbuka.
Karena itu, kolaborasi kedua institusi diharapkan dapat bergerak dari tahap penjajakan menuju program yang lebih konkret.
Pesan yang mengemuka dari pertemuan tersebut sederhana: transformasi pendidikan digital bukan sekadar soal memindahkan pembelajaran ke layar, tetapi tentang membangun pengalaman belajar yang berkualitas melalui teknologi, konten, kompetensi, dan kolaborasi.






