Berita Kegiatan
Home » Pos » Berita » UIN Siber Cirebon Perkuat Literasi IT Tenaga Kependidikan melalui Pelatihan Otomasi Digital

UIN Siber Cirebon Perkuat Literasi IT Tenaga Kependidikan melalui Pelatihan Otomasi Digital

Peningkatan literasi IT tenaga kependidikan UIN Siber Cirebon

UIN Siber Cirebon – UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat kompetensi digital tenaga kependidikan melalui Workshop Peningkatan Literasi IT bagi Tenaga Kependidikan. Memasuki sesi pelatihan berikutnya, kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 08.00–16.00 WIB di Gedung PUSTIKOM Lantai II ini berfokus pada pemanfaatan teknologi otomasi untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan dan kualitas layanan administrasi di lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tenaga kependidikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan menghadirkan Fahmi Nuradi, S.Kom. sebagai narasumber. Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami konsep otomasi, tetapi juga mampu mengembangkan alur kerja digital yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Kepala UPT TIK (PUSTIKOM), Riyanto, S.T., M.Kom., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, peningkatan literasi teknologi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kependidikan menghadapi kebutuhan tata kelola perguruan tinggi berbasis digital.

“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem dan aplikasi. Yang tidak kalah penting adalah memastikan sumber daya manusia mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Karena itu, kegiatan literasi IT seperti ini perlu terus dilakukan agar tenaga kependidikan semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Riyanto.

Mengubah Pekerjaan Manual Menjadi Lebih Efisien

Dalam pelatihan, Fahmi Nuradi memperkenalkan n8n sebagai platform otomasi yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai aplikasi dan menjalankan proses secara otomatis melalui workflow. Peserta diperkenalkan pada tiga konsep dasar, yakni Trigger sebagai pemicu, Node sebagai proses, dan Workflow sebagai rangkaian proses yang menghubungkan berbagai layanan.

Pesan Direktur PTKI untuk AICIS Plus 2026: Saatnya Hadirkan Gagasan Terbaik untuk Peradaban

Fahmi menjelaskan bahwa otomasi tidak semata-mata bertujuan menggantikan pekerjaan manusia, tetapi membantu mengurangi pekerjaan administratif yang bersifat repetitif.

“Kita coba melihat pekerjaan sehari-hari yang dilakukan berulang. Kalau pekerjaan itu sebenarnya bisa dijalankan oleh sistem secara otomatis, maka kita bisa membuat workflow-nya. Tenaga kita kemudian dapat dialihkan untuk pekerjaan yang membutuhkan analisis, pengambilan keputusan, dan pelayanan,” jelas Fahmi.

Pendekatan praktik membuat peserta dapat langsung melihat bagaimana sebuah proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat diubah menjadi rangkaian kerja otomatis.

Praktik AI Chatbot hingga Integrasi Google Sheets

Peserta kemudian diarahkan untuk membuat sejumlah workflow menggunakan n8n. Salah satu praktik yang dilakukan adalah pengembangan AI Chatbot dan integrasinya dengan Telegram. Melalui praktik tersebut, peserta mempelajari bagaimana pesan yang masuk dapat diproses secara otomatis melalui sistem yang telah dirancang.

Pelatihan juga mencakup pencatatan log secara otomatis ke Google Sheets. Dengan integrasi tersebut, aktivitas tertentu dapat terdokumentasi tanpa harus dilakukan melalui pencatatan manual satu per satu.

Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama

Selain itu, peserta mempraktikkan pembuatan asisten briefing agenda pagi yang terhubung dengan Google Calendar. Sistem tersebut memberikan gambaran bagaimana informasi agenda dapat diolah dan disampaikan secara otomatis untuk mendukung kebutuhan koordinasi dan pekerjaan harian.

Pelatihan AI Chatbot dan otomasi digital UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

“Intinya adalah bagaimana kita menghubungkan aplikasi yang sudah digunakan dengan kebutuhan pekerjaan kita. Jadi bukan sekadar belajar membuat teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar membantu pekerjaan,” tambah Fahmi.

Open-Source dan Potensi Pengembangan Sistem Kampus

Salah satu keunggulan n8n yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah sifatnya yang open-source, memiliki antarmuka visual, mampu terintegrasi dengan berbagai aplikasi, serta mendukung penerapan self-hosting. Kemampuan tersebut membuka peluang bagi pengembangan otomasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Peserta juga diajarkan untuk mengekspor workflow dalam format .json. File tersebut dapat disimpan sebagai aset digital dan nantinya dapat diimpor kembali apabila workflow akan dikembangkan atau diterapkan pada server kampus.

PBAK FITK 2026 Kenalkan Akademik, Organisasi, dan Budaya Cirebon kepada 1.140 Mahasiswa Baru

Pemahaman tersebut menjadi penting karena otomasi tidak berhenti pada praktik pelatihan. Sistem yang telah dibuat dapat menjadi prototipe awal untuk dikembangkan menjadi solusi digital yang lebih kompleks sesuai kebutuhan unit kerja.

Menyiapkan Helpdesk Pintar

Pelatihan hari tersebut juga menjadi fondasi menuju Final Project berupa pengembangan Helpdesk Pintar. Konsep ini diarahkan untuk membantu proses pelayanan melalui klasifikasi permintaan, pembuatan tiket, serta pengiriman notifikasi secara otomatis.

Peserta mempraktikkan workflow n8n dalam pelatihan literasi IT

Melalui tahapan tersebut, tenaga kependidikan diharapkan dapat memahami bahwa otomasi dapat diterapkan pada berbagai proses layanan, termasuk pengelolaan permintaan informasi, pencatatan pekerjaan, koordinasi, hingga pemantauan tindak lanjut.

Perkuat SDM dalam Transformasi Kampus Siber

Kepala UPT TIK (PUSTIKOM), Riyanto, menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM harus berjalan beriringan dengan perkembangan infrastruktur teknologi.

Fahmi Nuradi memberikan pelatihan otomasi digital kepada tenaga kependidikan

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta tidak berhenti pada pemahaman teknis. Yang lebih penting adalah munculnya keberanian untuk mengidentifikasi pekerjaan di unit masing-masing yang dapat dibuat lebih efektif melalui otomasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi sekaligus memperkuat tata kelola kampus berbasis digital. Pemanfaatan otomasi, integrasi aplikasi, dan kecerdasan buatan diharapkan dapat mendukung layanan yang semakin efektif, efisien, responsif, dan sesuai dengan karakter UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis siber.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Pos Terbaru