UIN Siber Cirebon — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru. Melalui berbagai agenda edukatif dan kreatif, PBAK FITK 2026 mengajak mahasiswa mengenal dunia akademik, organisasi, isu sosial, hingga kekayaan budaya Cirebon.
Mengusung tema “GARUDA (Generasi Unggul Tarbiyah Muda)”, rangkaian PBAK menjadi langkah awal bagi 1.140 mahasiswa baru FITK untuk mengenal lingkungan kampus dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Kenalkan Akademik dan Organisasi
Salah satu agenda utama PBAK FITK 2026 adalah Talk Show Dekanat dan Jajaran Ketua Jurusan. Forum ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat pimpinan fakultas, pengelola program studi, serta sistem dan kehidupan akademik di FITK.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi kemahasiswaan. Kehadiran Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui ruang pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan kemampuan berorganisasi.
Wakil Dekan I FITK, Dr. Hj. Atikah, M.Pd., menekankan pentingnya mahasiswa baru memahami perjalanan akademik sejak awal.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan. Ada proses belajar, berorganisasi, membangun jejaring, dan mengembangkan kemampuan diri. Manfaatkan masa kuliah untuk bertumbuh secara akademik dan personal,” ujarnya.
Belajar Kesetaraan dan Kepedulian
PBAK FITK 2026 juga memberikan perhatian terhadap isu sosial melalui sosialisasi Pusat Studi Gender dan Anak Disabilitas (PSGAD) yang disampaikan Dr. Hj. Masri’ah, M.Ag.
Materi tersebut mengajak mahasiswa memahami pentingnya kesetaraan, kepedulian terhadap anak, serta penghormatan terhadap penyandang disabilitas.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu menghargai keberagaman.
Budaya Cirebon Hadir di Tengah Era Digital
Nuansa budaya lokal turut mewarnai PBAK melalui penampilan Tari Topeng Cirebon. Kesenian tradisional tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya.
Pesan tersebut diperkuat melalui Talkshow Kearifan Lokal bertajuk “Menghidupkan dan Menumbuhkan Kearifan Lokal Budaya Cirebon di Era Digital pada Generasi Muda” bersama Dr. H. A. Casta, M.Pd.
Mahasiswa diajak melihat budaya lokal bukan sebagai peninggalan masa lalu semata, tetapi sebagai identitas yang perlu dirawat dan dikembangkan melalui kreativitas dan teknologi digital.
PBAK Jadi Ruang Kreativitas
Suasana PBAK semakin semarak melalui Fashion Show, ice breaking, pernyataan sikap ORMAWA FITK, serta berbagai kegiatan interaktif.
Apresiasi juga diberikan melalui pengumuman pemenang Fashion Show, Twibbon terbaik, dan video perkenalan terbaik. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Edska Band, Band Cana, dan guest star.
Melalui semangat GARUDA, PBAK FITK 2026 diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai generasi pendidik yang unggul, berkarakter, kreatif, peduli terhadap sesama, adaptif terhadap teknologi, serta tetap mencintai budaya lokal.
GARUDA bukan sekadar nama. Ia adalah semangat untuk berani belajar, berani berkembang, dan berani membawa perubahan.


