UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang kolaboratif terus diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satunya ditunjukkan oleh KKN Kelompok 133 yang secara resmi memulai rangkaian pengabdian di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon melalui kegiatan Opening Ceremony dan penyerahan mahasiswa kepada Pemerintah Desa Gebang Mekar pada Rabu (15/7/2026) di Balai Desa Gebang Mekar.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga menjelang waktu Dzuhur ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan mahasiswa KKN kepada pemerintah desa sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat selama masa pengabdian.
Acara dihadiri oleh Kuwu Desa Gebang Mekar Nurdiyanto, Sekretaris Desa Rian Jaelani, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mulya, S.Ag., M.Pd., perangkat desa, Karang Taruna, Ketua RT/RW, TP PKK, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 133 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Membangun Kolaborasi Sejak Hari Pertama
Opening Ceremony tidak hanya menjadi seremoni pembukaan kegiatan KKN, tetapi juga menjadi ruang awal membangun komunikasi dan sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa serta masyarakat.
Melalui forum tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmen untuk melaksanakan berbagai program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Gebang Mekar. Sebaliknya, pemerintah desa menyampaikan berbagai potensi dan tantangan yang dapat menjadi ruang kolaborasi selama pelaksanaan KKN.
Kuwu Desa Gebang Mekar, Nurdiyanto, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
“Kami menyambut dengan senang hati kehadiran mahasiswa KKN di Desa Gebang Mekar. Semoga selama berada di desa ini dapat menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, berkolaborasi bersama pemerintah desa, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.”
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan desa yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.
Pengabdian Berbasis Kolaborasi dan Kebutuhan Masyarakat
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mulya, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai mitra masyarakat dalam proses pembangunan desa.
“KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi proses belajar bersama masyarakat. Kami berharap mahasiswa mampu membangun komunikasi yang baik, memahami kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi Desa Gebang Mekar.”
Melalui pendampingan DPL, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan program yang tidak hanya selesai selama masa KKN, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan bagi masyarakat.
Wujud Komitmen UIN Siber Cirebon dalam Pengabdian Berkelanjutan
Pelaksanaan Opening Ceremony menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian program KKN Kelompok 133 di Desa Gebang Mekar. Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai program pemberdayaan yang adaptif terhadap potensi lokal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui pengabdian yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan desa.
Mendukung Pencapaian SDGs Desa
Pelaksanaan KKN Kelompok 133 di Desa Gebang Mekar juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas masyarakat berbasis edukasi, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui kolaborasi pembangunan desa yang inklusif, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah desa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.


