UIN Siber Cirebon – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Gebyar Bahasa Arab Internasional 2026. Mengusung tema “Mengeksplorasi Khazanah Keilmuan Bahasa Arab Melalui Lingkungan yang Kompetitif dan Digital untuk Membangun Generasi Global”, acara ini menjadi ruang kolaborasi akademik lintas negara sekaligus wujud adaptasi perguruan tinggi terhadap transformasi teknologi.
Ketua Jurusan PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nanin Sumiarni, M.Ag., menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini berhasil menarik partisipasi peserta dari luar negeri, termasuk perwakilan dari Unisam Malaysia dan Universitas Yarmuk Yordania. Ia berharap ajang ini tidak sekadar menjadi ruang kompetisi, melainkan wadah pertukaran pengalaman dan pengembangan bakat antarmahasiswa lintas negara.
Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. Hajam, M.Ag. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, baik di tingkat kota maupun provinsi, dalam memajukan literasi bahasa. “Bahasa itu adalah kunci pembuka pengetahuan. Bahasa Arab tidak hanya untuk memahami Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga kunci peradaban. Siapa yang menguasai bahasa, maka akan menguasai dunia,” tegasnya.
Dari perspektif tata kelola pemerintahan, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menilai bahasa Arab kini memiliki peran strategis dalam diplomasi global dan tata kelola pemerintahan, bukan sekadar instrumen kajian keagamaan. Ia secara khusus mengapresiasi pendekatan panitia yang menyertakan Workshop Implementasi Kurikulum Bahasa Berbasis Cinta (KBC) dalam rangkaian acara. “Agenda ini menjadi bukti bahwa akselerasi digital dan rasionalitas keilmuan tetap harus diimbangi dengan pendekatan pendidikan yang memanusiakan manusia,” papar Siti Farida.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs. Benny Bachtiar, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam teks pidato Gubernur yang dibacakannya, ditekankan bahwa dengan lebih dari 335 juta penutur di seluruh dunia, bahasa Arab merupakan pintu gerbang menuju khazanah sejarah dan peradaban. Transformasi UIN Syekh Nurjati menjadi kampus siber dinilai sebagai langkah strategis untuk memadukan kecakapan bahasa dengan teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan (AI).
Di luar teks pidato resmi, Benny Bachtiar memberikan catatan kritis terkait tantangan ketenagakerjaan di Jawa Barat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 3,6 juta pengangguran di provinsi tersebut. Menghadapi situasi ini, mahasiswa didorong untuk memiliki visi menciptakan lapangan pekerjaan (job creator) melalui startup dan industri kreatif, alih-alih sekadar menjadi pencari kerja.
Penguasaan berbagai bahasa asing, mulai dari Arab, Inggris, hingga Mandarin, dinilai krusial untuk menangkap peluang ekonomi global ke depan. Namun, Benny mengingatkan agar penguasaan kompetensi global ini tidak menggerus identitas lokal.
“Walaupun kita go international, akar budaya jangan sampai hilang. Sesuai jargon Pak Gubernur Dedi Mulyadi, ‘desa diurus, kota ditata’, tujuannya adalah menciptakan lapangan kerja di pedesaan untuk menahan arus urbanisasi yang sering kali memicu permasalahan sosial di perkotaan,” pungkas Benny.


