UIN Siber Cirebon — Lebih dari 300 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Angkatan 2025 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam kegiatan Penutupan Program Pembelajaran Bahasa dan Performance Test/Pentas Seni, Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut menjadi penanda berakhirnya program pembelajaran bahasa yang telah diikuti mahasiswa selama hampir satu bulan.
Program yang diselenggarakan UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa yang tidak hanya menunjang perkuliahan, tetapi juga komunikasi, pengembangan diri, hingga kesiapan memasuki dunia profesional.
Belajar Bahasa Secara Adaptif dan Bertahap
Selama mengikuti program, mahasiswa mendapatkan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan mereka.
Untuk Bahasa Inggris, materi mencakup komunikasi dasar, komunikasi akademik, komunikasi profesional, hingga persiapan English Proficiency Test (EPT)/TOEFL.
Sementara itu, pembelajaran Bahasa Arab diarahkan pada kemampuan komunikasi dan percakapan sehari-hari. Mahasiswa juga mendapatkan penguatan kemampuan akademik dan literasi keislaman melalui kelas kajian kitab kuning serta persiapan TOAFL.
Metode pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori. Mahasiswa didorong untuk aktif berlatih, berkomunikasi, menyampaikan gagasan, dan menggunakan bahasa dalam situasi yang lebih nyata.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami bahasa secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk menggunakannya.
Dari Ruang Kelas Naik ke Panggung
Suasana semakin semarak ketika mahasiswa mengikuti Performance Test dan Pentas Seni. Kegiatan ini menjadi evaluasi sekaligus bentuk apresiasi atas proses pembelajaran yang telah mereka jalani.
Berbagai penampilan disuguhkan mahasiswa, mulai dari pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, presentasi, pertunjukan seni, hingga teater menggunakan bahasa asing.
Panggung tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan bahasa sekaligus mengasah keberanian tampil di depan publik. Mereka belajar menyampaikan pesan, bekerja dalam tim, mengelola rasa percaya diri, dan menunjukkan kreativitas.
Kepala UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag., mengatakan mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan.
“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki potensi luar biasa jika diberikan fasilitas dan ruang tumbuh yang tepat. Program kebahasaan ini diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi mereka untuk menghadapi tantangan akademik, profesional, dan global,” ujarnya.
Bekal Menghadapi Dunia Global
Kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris kini menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa. Penguasaan bahasa dapat membuka akses terhadap sumber pengetahuan yang lebih luas, memperluas jejaring, mendukung keikutsertaan dalam forum akademik, sekaligus meningkatkan peluang di dunia kerja.
Karena itu, program pembelajaran bahasa bagi mahasiswa KIP Kuliah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik. Pengalaman belajar dan tampil di depan publik menjadi bagian dari proses membangun karakter mahasiswa yang percaya diri, komunikatif, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.
Penutupan program pun menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan mahasiswa selama hampir satu bulan sekaligus mendorong mereka agar terus mengembangkan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara berkelanjutan.
Melalui program ini, UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran bahasa yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Lebih dari sekadar belajar bahasa, program ini menjadi perjalanan bagi ratusan mahasiswa KIP Kuliah untuk berani berbicara, berani tampil, dan berani membuka peluang menuju dunia yang semakin terhubung secara global.


