UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 UIN Siber Cirebon menghadirkan Program SABER (Sahabat Belajar) sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak di Desa Banjarwangunan. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Kamis ini menjadi salah satu program unggulan KKN untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, interaktif, dan edukatif bagi anak-anak desa. Salah satu pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 3 Agustus 2026.
SABER Hadirkan Ruang Belajar yang Menyenangkan
Program SABER dirancang sebagai pendampingan belajar bagi anak-anak di Desa Banjarwangunan di luar jam sekolah. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan dengan metode pembelajaran yang komunikatif dan kreatif, sehingga peserta tidak hanya memperoleh bantuan dalam memahami materi pelajaran, tetapi juga terdorong untuk lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar.
Materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta, mulai dari pendampingan mengerjakan tugas sekolah, penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, hingga permainan edukatif. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan karakter positif anak.
Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat
Program SABER lahir dari hasil observasi mahasiswa KKN terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya pendampingan belajar bagi anak-anak di luar jam sekolah. Melalui pendekatan yang santai namun tetap terarah, mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun kedekatan dengan peserta didik.
Ketua KKN Kelompok 23 UIN Siber Cirebon, M. Lutfi Hakim, menyampaikan bahwa SABER merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan anak di Desa Banjarwangunan.
“Melalui SABER, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya membantu anak-anak memahami materi pelajaran, tetapi juga membangun semangat belajar dan rasa percaya diri mereka. Harapannya, program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Mendapat Apresiasi dari DPL dan Pemerintah Desa
Pelaksanaan SABER mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme peserta yang terus meningkat menunjukkan bahwa pendampingan belajar menjadi salah satu kebutuhan yang dapat didukung melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Iwan, M.Ag., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan program berdasarkan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, SABER menunjukkan bahwa mahasiswa KKN mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Perangkat Desa Banjarwangunan, Sofyan. Ia menilai kegiatan tersebut membantu anak-anak memanfaatkan waktu luang dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat.
Dorong Pendidikan yang Inklusif dan Berkelanjutan
Melalui Program SABER, KKN Kelompok 23 berharap pendampingan belajar dapat memberikan manfaat tidak hanya selama masa KKN, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk terus membangun lingkungan belajar yang positif, inklusif, dan berkelanjutan.
Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung akses terhadap pembelajaran yang inklusif dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ini juga mendukung SDGs Tujuan 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya memberikan kesempatan pendampingan belajar kepada anak-anak di lingkungan masyarakat.
Kolaborasi mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa melalui SABER menjadi langkah sederhana namun strategis dalam menumbuhkan semangat belajar serta mendukung perkembangan generasi muda Desa Banjarwangunan.


