UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. UIN Siber Cirebon berhasil meraih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi UIN Siber Cirebon dalam mendukung pengembangan ekosistem industri halal Indonesia. Peran tersebut dijalankan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan halal.
Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat industri halal, bukan hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui riset, inovasi, pendampingan, dan kolaborasi.
Perguruan Tinggi Makin Strategis dalam Industri Halal
IHYA merupakan ajang penghargaan Kemenperin untuk memberikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam menumbuhkan dan mengembangkan industri halal nasional.
Pada IHYA 2026, Kemenperin menghadirkan kategori Institusi Pendidikan Tinggi Pendukung Industri Halal Terbaik. Kategori ini menegaskan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan inovasi, dan membangun jejaring dengan dunia usaha.
Bagi UIN Siber Cirebon, penghargaan Terbaik II IHYA 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran tersebut agar semakin memberikan manfaat bagi mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kontribusi Nyata Dimulai dari Kampus
Pengembangan ekosistem halal di UIN Siber Cirebon dilakukan melalui sejumlah bidang yang saling terhubung.
Di bidang kelembagaan, kampus terus memperkuat Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Halal Center. Kehadiran kelembagaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung edukasi, layanan, sertifikasi, pemeriksaan, serta pendampingan terkait produk halal.
Kampus juga mendorong pendampingan pelaku usaha, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai produk halal. Pengetahuan tersebut penting bagi pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan regulasi dan kebutuhan konsumen dalam industri halal.
Di bidang pendidikan, isu industri halal dapat menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai konsep halal, tetapi juga diarahkan untuk memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha.
Sementara itu, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan pengetahuan, inovasi, serta solusi yang relevan dengan kebutuhan industri halal.
Dengan pendekatan tersebut, UIN Siber Cirebon berupaya menghubungkan pendidikan, riset, layanan halal, pendampingan usaha, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem.
Teknologi Digital Perluas Dampak
Sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi menjadi Cyber University, UIN Siber Cirebon memiliki peluang besar untuk memperluas kontribusi industri halal melalui teknologi digital.
Platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas literasi halal, mendukung pembelajaran, menyebarkan informasi, mendokumentasikan praktik baik, serta mempertemukan akademisi, pelaku UMKM, pemerintah, dan dunia industri.
Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran. Teknologi juga dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan layanan yang berkaitan dengan ekosistem halal.
Kolaborasi Jadi Kunci
Penguatan industri halal membutuhkan kerja bersama. Karena itu, UIN Siber Cirebon terus membuka ruang kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Agama, BPJPH, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku UMKM.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penguatan sumber daya manusia halal, pengembangan riset dan inovasi, pendampingan usaha, peningkatan literasi halal, serta perluasan akses informasi dan layanan halal.
Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual UIN Siber Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan penghargaan IHYA 2026 perlu dimaknai sebagai apresiasi sekaligus tanggung jawab.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kontribusi perguruan tinggi terhadap industri halal harus dapat dirasakan. Karena itu, pendidikan, riset, pendampingan, sertifikasi, dan pengabdian perlu terus dihubungkan agar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ekosistem halal juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari persoalan nyata. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung perkembangan ekonomi halal.
Tambah Rekam Jejak Prestasi Halal
Raihan Terbaik II IHYA 2026 menambah rekam jejak UIN Siber Cirebon dalam pengembangan ekosistem halal.
Sebelumnya, UIN Siber Cirebon meraih Platinum Award pada UB Halal Metric Awards 2026, serta Gold Award pada empat indikator, yaitu Policy, Education, Infrastructure, dan Halal Ecosystem.
Capaian tersebut menjadi energi bagi sivitas akademika untuk terus bergerak. Penghargaan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pemicu untuk menghadirkan lebih banyak inovasi dan program yang berdampak.
Ke depan, UIN Siber Cirebon berkomitmen memperkuat ekosistem halal melalui ilmu pengetahuan, teknologi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dari Cirebon untuk Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus bergerak. Membangun ekosistem halal dari kampus, memperluas manfaat melalui teknologi, dan menyiapkan sumber daya manusia untuk masa depan industri halal yang semakin kompetitif.


