UIN Siber Cirebon (Kuningan) — Komitmen kuat Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat keterbukaan informasi publik terus ditunjukkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sinkronisasi dan Optimalisasi Pengisian Eviden Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (20–22 April 2026), bertempat di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan.
Sebanyak 85 peserta dari berbagai unsur pimpinan universitas turut ambil bagian, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga Tim PPID dari seluruh unit kerja. Hal ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun tata kelola informasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Kegiatan dipandu oleh Koordinator PPID Pelaksana Universitas sekaligus Pranata Humas Ahli Muda, Mohamad Arifin, yang mengarahkan jalannya forum secara interaktif dan dinamis.
Hadirkan Naqoy, Bangkitkan Energi dan Kesadaran Pelayanan
Dalam rangkaian BIMTEK ini, panitia menghadirkan motivator nasional Dr. H. Nanang Qosim Yusuf atau yang dikenal sebagai Naqoy. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dengan sesi motivasi yang membangkitkan semangat peserta.
Sebagai pendiri konsep The7Awareness dan pemegang rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan 18.000 peserta seminar, Naqoy mengajak peserta untuk membangun kesadaran diri dalam menjalankan peran pelayanan publik.
“Pelayanan yang berkualitas lahir dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban. Ketika kita bekerja dengan hati, maka dampaknya akan jauh lebih besar,” ungkapnya.
Rektor: Keterbukaan Informasi Butuh Kompetensi dan Spirit
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, dalam pernyataannya menegaskan bahwa kegiatan BIMTEK ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam membangun mentalitas pelayanan publik yang unggul.
Menurutnya, pengelolaan PPID di era digital menuntut dua hal utama, yakni kompetensi teknis yang kuat dan semangat pelayanan yang tulus.
“BIMTEK ini bukan hanya tentang bagaimana kita mengisi eviden atau mengelola website PPID secara teknis, tetapi juga bagaimana kita membangun kesadaran bahwa keterbukaan informasi adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai badan publik,” tegasnya.
Rektor juga mengapresiasi kehadiran Naqoy yang dinilai mampu memberikan perspektif baru dalam membangun budaya kerja yang lebih positif dan berorientasi pelayanan.
“Kehadiran Pak Naqoy menjadi energi tambahan bagi kita semua. Penguatan teknis yang kita peroleh dalam BIMTEK ini harus diimbangi dengan penguatan mental dan motivasi, sehingga layanan informasi publik yang kita berikan benar-benar berkualitas, humanis, dan berdampak,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa memaksimalkan pelayanan keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban bagi seluruh unit kerja, sementara capaian terbaik dalam penilaian hanyalah bonus dari ikhtiar bersama.
Menuju PPID yang Profesional dan Berdaya Saing
Kegiatan BIMTEK ini menjadi langkah konkret UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menyatukan persepsi, meningkatkan kapasitas SDM, serta memperkuat sinergi antar unit kerja dalam pengelolaan informasi publik.
Dengan perpaduan antara penguatan teknis dan motivasi, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil BIMTEK secara optimal di unit kerja masing-masing.
Melalui upaya ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi berbasis siber yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga adaptif dan profesional dalam tata kelola keterbukaan informasi publik.


