UIN Siber Cirebon — Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat kontribusi akademiknya dalam menjawab tantangan sosial masyarakat melalui penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk “Konseling untuk Masyarakat Berdaya: Dari Ruang Ilmiah Menuju Aksi Pengabdian”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) di Gedung Siber Lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menghadirkan para pakar konseling dari Indonesia dan Malaysia untuk berbagi gagasan mengenai penguatan masyarakat yang resilien dan berdaya.
Seminar internasional tersebut menjadi ruang kolaborasi akademik yang mempertemukan dosen, mahasiswa, praktisi konseling, guru BK, serta peserta dari berbagai institusi pendidikan dan organisasi profesi. Melalui kegiatan ini, BKI UIN Siber Cirebon ingin menegaskan bahwa ilmu konseling tidak hanya berkembang dalam ruang akademik, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Konseling sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., yang mewakili Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam sambutannya, Prof. Hajam menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat transformasi sosial. Melalui kegiatan akademik internasional seperti ini, kita tidak hanya memperluas wawasan keilmuan, tetapi juga memperkuat kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya, resilien, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Program Studi BKI yang terus memperluas jejaring akademik internasional sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi dan penguatan kolaborasi lintas negara.
Hadirkan Pakar Konseling Indonesia dan Malaysia
Seminar internasional ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam bidang konseling, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan resiliensi sosial.
Narasumber pertama, Datin Dr. Siti Taniza Toha, Presiden Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA), membawakan materi berjudul “Peran Strategis Konselor dalam Membangun Masyarakat Berdaya”.
Dalam paparannya, Datin menekankan bahwa konselor memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar membantu individu menyelesaikan persoalan pribadi.

“Konselor memiliki peran penting dalam membantu individu, keluarga, dan komunitas mengembangkan kapasitas diri sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara adaptif,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan konseling yang tepat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun masyarakat yang mandiri, sehat secara psikologis, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber kedua, Muhammad Saffuan Abdullah, KB., P.A., Pengasas dan Pengarah Urusan Latihan dan Perundingan PEKA Malaysia, memaparkan materi “Implementasi Konseling Komunitas: Dari Teori Menuju Aksi Pengabdian”.
Ia menjelaskan pentingnya mengintegrasikan teori konseling dengan praktik pemberdayaan masyarakat sehingga layanan konseling dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.
Resiliensi Menjadi Kunci Menghadapi Tantangan Zaman
Narasumber ketiga, Herny Gusbrava, dosen BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus Konsultan Human Resources, menyampaikan materi bertajuk “Strategi Konseling dalam Penguatan Resiliensi Masyarakat”.
Dalam pemaparannya, Herny menjelaskan bahwa resiliensi masyarakat merupakan kemampuan kolektif untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun budaya.
“Resiliensi masyarakat tidak dibangun oleh individu yang kuat secara terpisah, melainkan melalui keterhubungan sosial, dukungan keluarga, komunitas yang aktif, serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bersama-sama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa konseling masa kini perlu bergerak lebih jauh dari sekadar penyelesaian masalah individu dan berkembang menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat secara kolektif.
FDKI Dorong Keilmuan yang Berdampak
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Dr. Naila Farah, M.Ag., menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mengembangkan budaya akademik yang berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan publikasi ilmiah, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang.
“Keilmuan yang kita kembangkan harus mampu hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Seminar ini menjadi ruang kolaborasi yang penting untuk memperkuat peran konseling dalam membangun masyarakat yang resilien dan berdaya,” ujarnya.
Perkuat Kolaborasi Internasional dan Pengabdian Masyarakat
Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Bambang Setiawan, M.Pd., menjelaskan bahwa tema masyarakat berdaya dipilih karena sejalan dengan arah pengembangan keilmuan BKI yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah individu, tetapi juga pada penguatan keluarga, komunitas, dan masyarakat secara luas.
Menurutnya, kehadiran pakar dari Malaysia memberikan perspektif baru terkait praktik konseling komunitas yang dapat diadaptasi dalam konteks masyarakat Indonesia.
Melalui seminar internasional ini, BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap lahir berbagai kolaborasi akademik, penelitian bersama, publikasi internasional, serta program pengabdian masyarakat yang mampu memperkuat kontribusi konseling dalam membangun masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan mengenai konseling komunitas, penguatan resiliensi keluarga, pemberdayaan masyarakat, hingga tantangan sosial di era digital mewarnai sesi diskusi yang berlangsung interaktif.
Melalui kegiatan ini, BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan keilmuan konseling yang unggul, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kerja sama akademik Indonesia dan Malaysia dalam mewujudkan masyarakat yang resilien dan berdaya.


