UIN Siber Cirebon – Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama tumbuh dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan penelitian lapangan di MAN 1 Kota Cirebon, Selasa (4/8/2026), guna mengkaji implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai penguatan karakter generasi bangsa.
Penelitian ini menjadi bagian dari riset berjudul “Model Integrasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam: Kajian Strategis untuk Penguatan Karakter dan Kebhinekaan Indonesia (Studi Kasus pada Madrasah Aliyah se-Jawa Barat).”
Tim peneliti terdiri atas Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., Bambang Setiawan, M.Pd., Herny Gusbrava, dan Ahmad Sofyan Bustomi.
Penelitian tersebut bertujuan memperoleh gambaran faktual mengenai bagaimana Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan dalam kurikulum operasional madrasah, proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, layanan Bimbingan dan Konseling (BK), budaya sekolah, hingga interaksi sosial yang membentuk karakter peserta didik.
Kurikulum Berbasis Cinta Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari
Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah mata pelajaran baru, melainkan sebuah pendekatan pendidikan yang diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan budaya madrasah.
Konsep ini mengusung nilai Panca Cinta, yaitu:
- Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
- Cinta kepada ilmu pengetahuan.
- Cinta kepada diri sendiri dan sesama.
- Cinta kepada lingkungan.
- Cinta kepada tanah air.
Melalui pendekatan tersebut, pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati tinggi, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
MAN 1 Kota Cirebon Jadi Madrasah Percontohan
MAN 1 Kota Cirebon dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian karena telah mendeklarasikan diri sebagai Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta pada 27 Juli 2026.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik sebagai bentuk keseriusan membangun budaya pendidikan yang humanis dan inklusif.
Melalui penelitian ini, tim ingin melihat sejauh mana komitmen tersebut telah diterjemahkan menjadi praktik nyata dalam kehidupan madrasah.
Menggali Praktik Baik dari Kepala Madrasah hingga Peserta Didik
Rangkaian penelitian diawali dengan wawancara mendalam bersama Kepala MAN 1 Kota Cirebon, H. Jejeng Kurnia, S.Pd.
Diskusi membahas berbagai aspek penting, mulai dari visi madrasah, strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, peningkatan kompetensi guru, perlindungan hak peserta didik, hingga pembangunan lingkungan belajar yang religius, aman, humanis, dan inklusif.
Tim kemudian melanjutkan wawancara dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ahmad Makhrus, S.Pd.
Fokus pembahasan meliputi implementasi kurikulum operasional, perangkat pembelajaran, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, asesmen pembelajaran, supervisi akademik, hingga evaluasi program.
Seluruh dokumen pendukung turut ditelaah guna memastikan kesesuaian antara kebijakan tertulis dengan praktik pembelajaran di lapangan.
Peran Guru BK dalam Menumbuhkan Kasih Sayang
Aspek lain yang menjadi perhatian penelitian adalah layanan Bimbingan dan Konseling (BK).
Melalui wawancara bersama Indana Zulfa, M.Pd., tim menggali bagaimana nilai kasih sayang diterapkan dalam layanan konseling, pendampingan peserta didik, penyelesaian berbagai persoalan siswa, hingga upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Penelitian juga menyoroti kolaborasi guru BK bersama wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan seluruh warga madrasah dalam mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Suara Peserta Didik Jadi Bagian Penting Penelitian
Tidak hanya mendengarkan kebijakan para pimpinan, penelitian juga memberi ruang bagi suara peserta didik.
Melalui dialog terbuka, siswa berbagi pengalaman mengenai hubungan mereka dengan guru, interaksi bersama teman, kesempatan menyampaikan pendapat, penghargaan terhadap perbedaan, hingga pengalaman belajar yang paling berkesan dalam membentuk karakter mereka.
Seluruh proses dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi etika penelitian dan menjaga kerahasiaan identitas peserta didik.
Pembagian Tugas Peneliti Berjalan Sistematis
Agar data yang diperoleh lebih komprehensif, setiap anggota tim memiliki fokus penelitian masing-masing.
Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I. memimpin keseluruhan penelitian serta mendalami kebijakan strategis bersama kepala madrasah.
Bambang Setiawan, M.Pd. menelaah implementasi kurikulum melalui wawancara dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum.
Herny Gusbrava menggali praktik layanan BK serta pengalaman peserta didik dalam merasakan nilai kasih sayang di lingkungan sekolah.
Sementara Ahmad Sofyan Bustomi bertugas sebagai asisten penelitian yang menangani dokumentasi, pencatatan lapangan, pengelolaan data wawancara, serta rekapitulasi hasil penelitian.
Madrasah Plus Keterampilan, Siapkan Lulusan Berkarakter dan Siap Kerja
Sebagai Madrasah Reguler Plus Keterampilan, MAN 1 Kota Cirebon tidak hanya menanamkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.
Salah satu program unggulannya adalah praktik servis sepeda motor yang dilaksanakan melalui kemitraan bersama dunia usaha dan dunia industri.
Program tersebut tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, etika pelayanan, serta budaya kerja profesional.
Inilah salah satu praktik baik yang menjadi perhatian tim peneliti dalam melihat integrasi antara pendidikan karakter dan keterampilan abad ke-21.
Dorong Model Pendidikan Madrasah yang Humanis
Seluruh data hasil penelitian akan dianalisis secara komprehensif sebagai dasar penyusunan Model Integrasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Berbasis Cinta yang kontekstual dan dapat diterapkan di berbagai madrasah.
Model tersebut diharapkan mampu menjadi rekomendasi akademik bagi pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang lebih humanis, inklusif, adaptif, serta mampu memperkuat karakter peserta didik di tengah tantangan zaman.
Dengan riset ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan inovasi pendidikan berbasis riset untuk mendukung transformasi madrasah di Indonesia.



