UIN Siber Cirebon — Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKIM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan kegiatan Chemistry Innovation (CHEMTION) pada Kamis–Jumat, 16–17 April 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Digitalizing Chemistry for a Sustainable Future” ini berlangsung di Auditorium FEBI Lantai 4 dan Auditorium FITK Lantai 5, serta diikuti oleh pengurus HIMAKIM dan mahasiswa Tadris Kimia.
CHEMTION 2026 menjadi ruang kolaboratif yang mengintegrasikan perlombaan kimia berkelanjutan, seminar, hingga workshop digitalisasi sebagai upaya membangun kompetensi mahasiswa di era transformasi teknologi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
Sinergi Kimia Hijau dan Teknologi Digital
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diawali dengan opening ceremony dan dilanjutkan dengan Lomba Kimia Berkelanjutan. Dalam kompetisi ini, mahasiswa ditantang menciptakan inovasi produk berbasis green chemistry, seperti pemanfaatan limbah menjadi produk ramah lingkungan.
Salah satu inovasi menarik yang dihasilkan adalah sedotan berbahan dasar tepung beras yang mengusung prinsip zero waste. Produk ini menjadi bukti nyata kreativitas mahasiswa dalam menjawab tantangan keberlanjutan melalui pendekatan ilmiah.
Peran AI dalam Transformasi Riset Kimia
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada seminar dan workshop. Desti Kameliani, M.S.Farm., menyampaikan materi mengenai peran Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning dalam mempercepat inovasi kimia berkelanjutan.
“Di era sekarang, riset kimia tidak lagi hanya soal tabung reaksi, tapi juga soal data. Pemanfaatan Artificial Intelligence dan Machine Learning menjadi kunci untuk mempercepat penemuan bahan ramah lingkungan dan mengoptimasi riset kimia berkelanjutan secara lebih cerdas,” jelasnya.
Materi ini membuka wawasan mahasiswa bahwa teknologi digital mampu mentransformasi metode riset konvensional menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.
Penguatan Branding Digital Produk Kimia
Sementara itu, Abdu Zikrillah, M.Ds., menyoroti pentingnya aspek visual dalam pengembangan produk kimia di era digital.
“Inovasi yang hebat bisa gagal jika tidak didukung oleh visual yang kuat. Melalui digitalisasi, mahasiswa belajar bagaimana membangun branding produk kimia mereka agar terlihat profesional, modern, dan mampu menarik minat masyarakat luas di platform digital,” ungkapnya.
Materi ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi visual menjadi bagian penting dalam menyampaikan hasil inovasi kepada publik.
Workshop Canva untuk Publikasi Ilmiah yang Menarik
Sebagai pelengkap, sesi workshop dipandu oleh Izzatul Milla selaku Canva Ambassador. Dalam sesi ini, peserta dibimbing untuk memanfaatkan fitur Canva, termasuk teknologi Canva AI, dalam menyusun desain publikasi ilmiah yang menarik dan komunikatif.
“Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu mengatasi hambatan teknis dalam mendesain serta menghasilkan konten edukasi sains yang tidak hanya akurat, tetapi juga estetik dan mudah dipahami,” ujarnya.
Mendorong Kompetensi Abad ke-21

CHEMTION 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan soft skills mahasiswa, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Melalui integrasi antara kimia hijau, digitalisasi, dan inovasi, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan serta siap menghadapi tantangan global.


