UIN Siber Cirebon (Banjarwangunan) — Sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah. Di tangan kreatif, barang bekas juga dapat diubah menjadi karya yang bermanfaat. Pesan itulah yang dibawa mahasiswa KKN Kelompok 126 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Workshop Pembuatan Gantungan Kunci dari Tutup Botol Bekas di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut digelar setelah Rapat Koordinasi (Rakor) PKK Desa Banjarwangunan dan diikuti oleh para kader PKK. Workshop ini menjadi salah satu program kerja KKN 126 yang mengusung tema Pelestarian Lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengajak masyarakat mengenal persoalan sampah, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna.
Dari Tutup Botol Menjadi Produk Kreatif
Workshop diawali dengan pengenalan jenis-jenis sampah, khususnya sampah anorganik berbahan plastik. Mahasiswa menjelaskan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya agar limbah yang masih dapat dimanfaatkan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.
Setelah mendapatkan penjelasan, para kader PKK diajak mempraktikkan langsung pembuatan gantungan kunci menggunakan tutup botol bekas.
Peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias. Mereka mencoba mengolah, memotong, merangkai, dan menghias tutup botol hingga menjadi gantungan kunci yang menarik.
Suasana workshop pun berlangsung interaktif. Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga dapat bertanya dan mencoba sendiri teknik yang diperagakan mahasiswa KKN.
Edukasi Sampah dengan Cara yang Menyenangkan
Program ini dirancang dengan pendekatan sederhana agar edukasi tentang lingkungan lebih mudah diterima masyarakat.
Mahasiswa KKN 126 ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil, seperti memilah sampah dan menggunakan kembali barang yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan.
Dengan mengubah tutup botol bekas menjadi kerajinan, masyarakat diajak melihat sampah dari sudut pandang berbeda. Barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat menjadi produk kreatif ketika diolah dengan ide dan keterampilan.
Kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai jenis kerajinan berbahan limbah rumah tangga.
Kader PKK Didorong Jadi Penggerak Peduli Lingkungan
Keterlibatan kader PKK menjadi bagian penting dalam program ini. Para kader diharapkan tidak hanya menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Dengan demikian, edukasi pengelolaan sampah dapat berkembang dari lingkungan keluarga hingga lingkungan desa.
Mahasiswa KKN 126 berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah secara lebih bijak di Desa Banjarwangunan.
“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah sampah bukan selalu sesuatu yang harus dibuang. Dengan kreativitas, sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” demikian semangat yang dibawa mahasiswa dalam kegiatan workshop tersebut.
KKN 126 Hadirkan Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Workshop ini juga menunjukkan bahwa program KKN dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan H. Sulaeman selaku Kuwu Desa Banjarwangunan, Hj. Saonah, S.Pd.I. selaku Kepala PKK, serta Dr. Hj. Rina Rindanah, S.Ag., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN 126 Rifqi Nurmajid bersama tim mahasiswa turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Materi workshop disampaikan oleh Nuraisyah, Ikrima Jumiatin Hasanah, dan Difla Kaysa Ashfiya.
Pendampingan DPL dan dukungan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memastikan program KKN dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Langkah Kecil untuk Lingkungan yang Lebih Bersih
Program pengolahan tutup botol bekas ini menjadi contoh bahwa gerakan menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Satu tutup botol yang dipilah, satu barang bekas yang digunakan kembali, dan satu kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak ketika dilakukan bersama-sama.
Melalui program KKN 126 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di Desa Banjarwangunan. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga berbagi pengetahuan dan mengajak masyarakat menemukan solusi sederhana atas persoalan lingkungan di sekitar mereka.
Dari sampah menjadi karya, dari kreativitas lahir kepedulian. Dari langkah kecil masyarakat, lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan dapat diwujudkan bersama.


