UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun kampus berkelanjutan mencatat perkembangan signifikan.
Dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil menempati peringkat 517 dunia, peringkat 63 Indonesia, dan peringkat 300 regional Asia.
Di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UIN Siber Cirebon berada di peringkat 6.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada UI GreenMetric 2025, UIN Siber Cirebon berada di peringkat 831 dunia, 87 Indonesia, dan 11 PTKIN.
Dengan demikian, UIN Siber Cirebon mengalami peningkatan 314 peringkat di tingkat dunia, 24 peringkat di tingkat nasional, dan lima peringkat di lingkungan PTKIN.
Lompatan tersebut menjadi kabar positif bagi sivitas akademika sekaligus menegaskan bahwa pengembangan kampus berkelanjutan terus bergerak di UIN Siber Cirebon.
Bukan Sekadar Angka Pemeringkatan
UI GreenMetric World University Rankings merupakan pemeringkatan yang menilai komitmen dan kinerja keberlanjutan perguruan tinggi. Pada edisi 2026, sebanyak 2.016 institusi dari 110 negara tercatat dalam pemeringkatan tersebut.
Karena itu, capaian UIN Siber Cirebon tidak semata-mata dilihat sebagai peningkatan posisi dalam tabel pemeringkatan. Lebih dari itu, capaian ini menjadi refleksi atas berbagai upaya universitas dalam membangun ekosistem kampus yang memperhatikan aspek lingkungan, keberlanjutan, tata kelola, pendidikan, penelitian, dan keterlibatan masyarakat.
Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual UIN Siber Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama.
“Capaian UI GreenMetric 2026 menunjukkan bahwa keberlanjutan perlu menjadi bagian dari budaya akademik dan tata kelola kampus. Peningkatan ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan inovasi, mendokumentasikan praktik baik, serta memperkuat kontribusi universitas terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Green Campus sebagai Budaya Bersama
Menurut Maulidya, kampus berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik atau penghijauan lingkungan kampus.
Budaya hemat energi, pengelolaan sumber daya, pemanfaatan teknologi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga partisipasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan kampus berkelanjutan.
Semangat tersebut juga sejalan dengan pengembangan UIN Siber Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang mengintegrasikan teknologi digital dengan penguatan tata kelola dan keberlanjutan.
Rektor Apresiasi Tim dan Sivitas Akademika
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Menurutnya, peningkatan peringkat tidak lahir dari kerja satu unit, melainkan merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur universitas.
“Peningkatan peringkat dalam UI GreenMetric 2026 merupakan buah dari kerja bersama. Ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi energi baru bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus membangun kampus yang ramah lingkungan, inovatif, berbasis teknologi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Prof. Aan Jaelani.(25/9/26).
Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada Tim UI GreenMetric UIN Siber Cirebon yang telah bekerja dalam proses pengumpulan data, dokumentasi, penyusunan laporan, serta penguatan berbagai program keberlanjutan di lingkungan universitas.
Apresiasi juga diberikan kepada tim UI GreenMetric yang secara konsisten mendorong perguruan tinggi di berbagai negara untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim UI GreenMetric atas komitmen dan kontribusinya dalam mendorong perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Bagi kami, UI GreenMetric bukan hanya ruang pemeringkatan, tetapi juga menjadi pemacu untuk terus belajar, berbenah, dan memperluas praktik keberlanjutan di lingkungan kampus,” kata Prof. Aan Jaelani.
Ia juga mengapresiasi seluruh sivitas akademika UIN Siber Cirebon, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra universitas.
“Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika yang telah menunjukkan kerja keras, kepedulian, dan kolaborasi dalam mendukung program Green Campus. Setiap langkah memiliki arti, mulai dari pengelolaan lingkungan, penghematan energi, pemanfaatan teknologi, hingga kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” lanjutnya.
Dari Cirebon untuk Masa Depan Berkelanjutan
Perjalanan UIN Siber Cirebon dari peringkat 831 menjadi 517 dunia menunjukkan adanya perkembangan dalam upaya membangun kampus berkelanjutan.
Namun, capaian tersebut bukan garis akhir. Justru, peningkatan peringkat menjadi dorongan untuk memperkuat program yang telah berjalan dan menghadirkan inovasi baru yang memberikan manfaat nyata.
Green Campus diharapkan tidak berhenti sebagai program atau indikator pemeringkatan. Semangat keberlanjutan perlu tumbuh menjadi budaya bersama dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Melalui capaian UI GreenMetric 2026, UIN Siber Cirebon kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan.
Dari Cirebon, langkah menuju kampus berkelanjutan terus bergerak. Dari kampus siber, inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang.





