UIN Siber Cirebon – Suara sirene pemadam kebakaran, semburan air dari hidran, hingga kobaran api yang sengaja disiapkan untuk simulasi menjadi pemandangan berbeda di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (6/6/2026). Puluhan peserta yang terdiri dari petugas keamanan (satpam), cleaning service, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa tampak antusias mengikuti pelatihan dan simulasi tanggap darurat kebakaran yang digelar bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kampus dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, mitigasi bencana, serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh sivitas akademika menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja.
Pelatihan menghadirkan tim instruktur profesional dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon yang dipimpin oleh Nurjaman, S.E., Inspektur Kebakaran sekaligus Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan Kebakaran.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut tim Damkar Kota Cirebon yang terdiri atas:
- Andrie Gozali, S.T. (Pemadam Kebakaran Terampil)
- Latip, A.Md.Kom. (Pemadam Kebakaran Terampil)
- Sandi Lugiana (Pemadam Kebakaran Pemula)
- Khaerul Uhan (Pemadam Kebakaran Pemula)
- Yusup (Pemadam Kebakaran Pemula)
- Supriyanto (Pemadam Kebakaran Pemula/Driver)
- Rana Wahyudi (Pemadam Kebakaran Pemula)
- Dodi Johari (Pemadam Kebakaran Pemula)
- Riski Dwi Nugroho (Pemadam Kebakaran Pemula)
Belajar Menyelamatkan Sebelum Diselamatkan
Dalam pemaparannya, Nurjaman menjelaskan secara rinci berbagai aspek penting terkait pencegahan dan penanganan kebakaran, mulai dari identifikasi sumber risiko, prosedur tanggap darurat, hingga teknik penyelamatan korban saat terjadi insiden kebakaran.
Materi yang diberikan meliputi:
- Keselamatan dan pencegahan kebakaran.
- Pengenalan prosedur tanggap darurat kebakaran.
- Simulasi evakuasi penghuni gedung.
- Praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
- Praktik pengoperasian hidran indoor dan hidran outdoor.
- Penanganan dan penyelamatan dalam kondisi darurat.
Menurut Nurjaman, kesalahan terbesar yang sering terjadi saat kebakaran adalah kepanikan dan ketidaktahuan prosedur dasar penyelamatan.
“Kecepatan dan ketepatan tindakan pada menit-menit pertama sangat menentukan keberhasilan penanganan kebakaran. Karena itu setiap petugas perlu memahami prosedur dasar serta mampu menggunakan peralatan pemadam dengan benar,” tegasnya.
Praktik Lapangan Jadi Momen Paling Dinanti
Setelah mendapatkan pembekalan teori, seluruh peserta langsung mengikuti sesi praktik lapangan di halaman Gedung Siber SBSN.
Satu per satu peserta diberikan kesempatan memadamkan api menggunakan APAR, mengoperasikan hidran kampus, serta mengikuti simulasi evakuasi penghuni gedung.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti petugas keamanan dan cleaning service, tetapi juga melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mereka terlihat antusias mencoba berbagai peralatan keselamatan yang selama ini hanya diketahui secara teori.
Beberapa peserta bahkan mengaku baru pertama kali memegang APAR dan memahami cara kerja sistem hidran yang tersedia di lingkungan kampus.
Instruktur Damkar secara langsung mendampingi setiap peserta untuk memastikan penggunaan alat dilakukan sesuai standar keselamatan.
Wujud Kampus Tangguh dan Peduli Keselamatan
Melalui pelatihan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas tertentu, tetapi menjadi budaya bersama yang harus dipahami seluruh warga kampus.
Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung program UI GreenMetric World University Rankings, khususnya pada aspek keselamatan lingkungan kampus, mitigasi risiko, dan penguatan budaya keberlanjutan.
Dengan keterlibatan langsung seluruh unsur sivitas akademika, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan lingkungan kampus yang semakin aman, responsif, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat di masa mendatang.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, membangun kampus unggul bukan hanya tentang teknologi dan gedung modern, tetapi juga tentang membangun manusia yang peduli, tangguh, dan siap melindungi sesama.








