UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong kesetaraan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan kelompok rentan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Melalui Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkolaborasi dengan Relawan Kampus Berdampak dan Pemerintah RW 15 Galunggung Asih menggelar Pembinaan Kampung Setara pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Jl. Galunggung III No. 138, RW 15 Galunggung Asih, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang inklusif, adil, serta ramah bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Pembinaan Kampung Setara dihadiri oleh perangkat pemerintah, warga RW 15 Galunggung Asih, Relawan PSGAD, Relawan Kampus Berdampak, serta dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang hadir sebagai narasumber.
Kolaborasi untuk Membangun Masyarakat yang Setara
Ketua RW 15 Galunggung Asih, H. Duladi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Weri selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan dan juga PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah hadir untuk menyukseskan kegiatan Pembinaan Kampung Setara pada hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang saling menghargai, peduli, dan terbuka terhadap seluruh lapisan masyarakat.
RW 15 Jadi Pelopor Kampung Setara
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pemberdayaan Perempuan, Ibu Weri, menyampaikan bahwa RW 15 Galunggung Asih menjadi wilayah pelopor pelaksanaan Program Pembinaan Kampung Setara di Kelurahan Kecapi.
“RW 15 menjadi pelopor adanya kegiatan Pembinaan Kampung Setara di Kelurahan Kecapi. Alhamdulillah kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dua hingga tiga kali dalam satu bulan. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar hingga selesai,” tuturnya.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus membangun budaya kesetaraan, kepedulian sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
PSGAD Hadirkan Edukasi dan Pendampingan bagi Masyarakat
Ketua Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Masriah, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan Pembinaan Kampung Setara merupakan bagian dari komitmen PSGAD dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pada kegiatan kali ini, PSGAD menghadirkan para relawan serta narasumber dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan, serta memperkuat semangat pemberdayaan bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas,” ungkap Dr. Masriah.
Ia menambahkan bahwa Kampung Setara bukan hanya sebuah program, tetapi gerakan bersama untuk menciptakan ruang sosial yang lebih inklusif, menghargai perbedaan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga.
Diskusi Interaktif Bangun Kesadaran Bersama
Selain penyampaian materi oleh dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan juga diwarnai dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif.
Warga tampak antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan, pengalaman, serta persoalan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat disampaikan secara terbuka kepada narasumber. Suasana yang komunikatif membuat peserta merasa nyaman berdiskusi dan memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya membangun lingkungan yang saling menghargai tanpa diskriminasi.
Di penghujung acara, Dr. Masriah yang juga bertindak sebagai moderator mengajak seluruh peserta untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.
“Baik Bapak-Bapak maupun Ibu-Ibu, kita semua adalah setara. Karena itu, mari kita saling menghargai, saling membantu, dan para perempuan juga harus mampu berdaya serta memberdayakan. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis, inklusif, dan sejahtera,” tutupnya.
Perkuat Sinergi Menuju Kampung yang Inklusif
Melalui kegiatan Pembinaan Kampung Setara ini, PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Relawan Kampus Berdampak dan Pemerintah RW 15 Galunggung Asih berharap dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, ramah, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat melalui edukasi, pemberdayaan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Kampung Setara diharapkan mampu menjadi model masyarakat yang inklusif, berkeadilan, serta menghargai keberagaman sebagai kekuatan bersama.


