UIN Siber Cirebon – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan kontribusi strategis di tingkat nasional. Salah satu dosen sekaligus Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I., menerima undangan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia bersama mitra INOVASI untuk menyampaikan testimoni praktik baik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di perguruan tinggi.
Undangan tersebut disampaikan oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam rangka peluncuran program Belajar Mandiri (Self Learning) KBC yang terintegrasi dengan platform MOOC (Massive Open Online Course), yang mencatat partisipasi peserta terbanyak secara nasional.
Momentum Nasional Transformasi Pendidikan Kemenag
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 di Auditorium H.M. Rasjidi ini menjadi momentum penting dalam transformasi pendidikan di lingkungan Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang humanis dan inklusif.
Dalam forum tersebut, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I., dipercaya untuk menyampaikan testimoni langsung di hadapan Menteri Agama Republik Indonesia, sekaligus mempresentasikan capaian implementasi KBC di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Transformasi Pembelajaran: Dari Manual ke Digital dan Kolaboratif
Dalam testimoninya, Atikah Syamsi menjelaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengalami transformasi signifikan dalam proses pembelajaran, dari pendekatan manual menuju pemanfaatan digital tools serta perubahan mindset yang lebih adaptif dan kolaboratif.
Ia menegaskan bahwa implementasi KBC tidak berjalan sendiri, melainkan melalui sinergi tiga elemen utama, yaitu perguruan tinggi sebagai agent of change, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, serta program INOVASI sebagai jembatan kolaborasi.
“Sinergi ini membentuk support system yang kuat dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis nilai,” ungkapnya.
Ekosistem KBC dan Dampak Nyata bagi Karakter Mahasiswa
Lebih lanjut, Atikah Syamsi mengungkapkan bahwa KBC di UIN SSC telah berkembang sebagai sebuah ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan nilai spiritual, keilmuan, dan konteks sosial.
Internalisasi nilai Panca Cinta dilakukan secara sistematis mulai dari tahap baseline, implementasi, hingga monitoring. Dalam praktiknya, guru madrasah yang dilatih mampu bertransformasi dari komunikasi instruktif menjadi lebih positif, dialogis, dan humanis kepada siswa.
Dampak implementasi KBC juga terlihat nyata dalam proses refleksi pembelajaran, di mana terjadi perubahan sikap siswa menjadi lebih empatik, bahkan hingga dalam relasi keluarga seperti meningkatnya kepedulian terhadap orang tua.
Nilai Panca Cinta—cinta kepada Allah dan Rasul, ilmu pengetahuan, lingkungan, diri dan sesama, serta tanah air—telah terintegrasi dalam capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) dan membentuk mahasiswa yang reflektif serta transformatif.
Dukungan Penuh Kampus dan Penguatan Laboratorium Sosial KBC
Sebagai penutup, Atikah Syamsi menegaskan bahwa pimpinan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memberikan dukungan penuh terhadap implementasi KBC sebagai laboratorium sosial pendidikan berbasis nilai.
Berbagai program telah dikembangkan sebagai bentuk implementasi nyata, di antaranya:
- Asistensi mengajar (PPL) berbasis KBC
- KKN tematik berbasis nilai Panca Cinta
- Riset dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis KBC
- Pengembangan Lab School Siber Syekh Nurjati
Keterlibatan dosen FITK dalam forum nasional ini semakin menegaskan peran aktif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung inovasi pendidikan nasional yang berlandaskan nilai, karakter, dan moderasi beragama.





