UIN Siber Cirebon — Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan mereka sebagai calon pendidik. Hal itu terlihat dalam kegiatan monitoring mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di SMAN Tengah Tani, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan monitoring dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wahyono. Kunjungan ini bertujuan memantau perkembangan mahasiswa, mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan, sekaligus memberikan pembimbingan selama mahasiswa menjalani PLP di lingkungan sekolah.
DPL Pantau Perkembangan Mahasiswa
Dalam kunjungannya, Wahyono berdiskusi langsung dengan mahasiswa PLP. Para mahasiswa menyampaikan berbagai pengalaman selama berada di SMAN Tengah Tani, mulai dari kegiatan pembelajaran hingga keterlibatan dalam aktivitas sekolah.
Diskusi tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai temuan dan pengalaman selama berinteraksi dengan guru maupun peserta didik.
Menurut Wahyono, PLP tidak hanya menjadi kesempatan mahasiswa untuk belajar mengajar, tetapi juga menjadi proses mengenal budaya dan dinamika sekolah secara langsung.
Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan setiap kegiatan sebagai pengalaman untuk membangun kompetensi, komunikasi, dan sikap profesional sebagai calon guru.
Belajar Memilih Strategi Pembelajaran
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam monitoring adalah model dan strategi pembelajaran.
Mahasiswa diarahkan agar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Pembelajaran perlu dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik, kondisi, dan kebutuhan peserta didik.
Pemilihan model pembelajaran juga perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan situasi kelas. Dengan strategi yang tepat, peserta didik diharapkan lebih aktif dan terlibat selama proses belajar.
Selain itu, mahasiswa mendapat masukan mengenai pentingnya kemampuan mengelola kelas, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, serta memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai.
Tak Hanya Mengajar di Kelas
Pengalaman mahasiswa selama PLP ternyata tidak berhenti di ruang kelas. Mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk kegiatan kemah bersama peserta didik.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa. Mereka belajar mendampingi peserta didik dalam suasana nonformal, membangun komunikasi, bekerja sama, sekaligus memahami karakter siswa dalam situasi yang berbeda.
Mahasiswa juga belajar berkolaborasi dengan guru dan tenaga kependidikan serta beradaptasi dengan berbagai aktivitas di lingkungan sekolah.
Bekal Menjadi Calon Pendidik
Wahyono memberikan motivasi agar mahasiswa menjadikan PLP sebagai kesempatan untuk terus belajar dan melakukan refleksi.
Kemampuan merancang pembelajaran, mengelola kelas, berkomunikasi dengan peserta didik, serta menjaga etika menjadi bagian penting dari kompetensi calon pendidik.
Monitoring DPL di SMAN Tengah Tani pun menjadi momentum evaluasi bagi mahasiswa. Berbagai arahan dan masukan diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan kualitas diri hingga menyelesaikan seluruh rangkaian PLP.
Melalui pengalaman langsung di sekolah dan pendampingan DPL, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin siap menghadapi dunia pendidikan sekaligus menjalankan peran sebagai calon pendidik yang profesional, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan peserta didik.


