UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui LPTK menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan PPG Transformatif Plus Batch 1 Tahun 2025 pada Jumat–Sabtu, 24–25 April 2026. Kegiatan bertema “Evaluasi Pelaksanaan PPG Transformatif Plus Batch 1 LPTK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon” ini berlangsung di Hotel Grage Sangkan dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kualitas Pendidikan Profesi Guru (PPG) berbasis transformasi.
Kegiatan ini dihadiri unsur pimpinan, mitra, serta pemangku kebijakan pendidikan dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kanwil Kemenag Jawa Barat.
Dekan FITK Paparkan Capaian: Ribuan Peserta Lulus
Dalam laporannya, Dr. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN SSC, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PPG.
“Terima kasih kepada panitia, unsur pimpinan, para mitra, dan seluruh peserta PPG Batch 1 madrasah. Ini merupakan bagian dari siklus PPEPP dalam penjaminan mutu,” ungkapnya.
Saifuddin merinci capaian pelaksanaan PPG sebagai berikut:
Batch 1
- Jumlah total mahasiswa: 1.191 orang
- Terdiri dari 893 guru madrasah (Al-Qur’an Hadis, Fikih, SKI, MI, RA) dan 298 guru PAI
- Seluruh peserta dinyatakan lulus
- Sebanyak 5 peserta yang belum lulus pada UKMPPG awal telah mengikuti ujian ulang (retaker) dan dinyatakan lulus pada batch berikutnya
Batch 2 dan 3
- Jumlah mahasiswa: 887 orang
- Terdiri dari 196 guru madrasah dan 691 guru PAI
- Seluruh peserta telah lulus dan menerima sertifikat pendidik (serdik)
- Tersisa 1 guru MI yang baru dinyatakan lulus setelah mengikuti UKMPPG ulang
Batch 4
- Jumlah mahasiswa: 1.017 orang
- Terdiri dari 800 guru madrasah dan 217 guru PAI
- Sebanyak 1.013 mahasiswa dinyatakan lulus UKMPPG (99,6%)
- 4 mahasiswa belum lulus, dengan rincian:
- 2 peserta tidak lulus Ujian Pengetahuan (UP) karena kehabisan waktu dalam studi kasus
- 1 peserta terkendala kesehatan (operasi mata)
- 2 peserta tidak lulus UKIN akibat kesalahan unggah berkas (video praktik mengajar tidak terunggah, melainkan pakta integritas)
“Mahasiswa yang telah lulus kini sudah mendapatkan PISN dan sedang dalam proses konfirmasi data untuk pencetakan sertifikat pendidik,” jelasnya.
Rektor Tekankan Digitalisasi dan Inklusivitas PPG
Melalui zoom Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aan Jaelani, M.Ag., dalam arahannya sekaligus membuka acara secara resmi menegaskan bahwa PPG transformatif merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas guru.
Menurutnya, pelaksanaan PPG harus semakin praktis, cepat, dan inklusif tanpa mengurangi kualitas. Ia juga menyoroti tingginya animo guru yang mengikuti PPG.
“Perlu percepatan melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Learning Management System (LMS), sehingga guru dapat belajar secara mandiri dan adaptif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi substantif dan pedagogi adaptif, serta nilai inklusivitas dalam pendidikan tanpa diskriminasi.
Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Sistem Mutu
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Dr. Fesal Musaad, M.Pd., yang memaparkan evaluasi dan peningkatan proses akademik PPG Daljab Batch 1 Tahun 2026.
Selain itu, Drs. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd., selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, turut memberikan penguatan terkait sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam implementasi PPG.
Sementara itu, Toheri, M.Si., selaku Sekretaris LPM UIN SSC, memimpin Focus Group Discussion (FGD) terkait penyelarasan instrumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi jurusan PPG.
Prodi PPG Siap Perkuat Transformasi Berkelanjutan
Farouk Imam Arrasyid, M.Pd.I., selaku Ketua Program Studi PPG UIN SSC, menegaskan komitmen untuk terus melakukan inovasi dalam pengelolaan PPG.
Ia menyatakan bahwa evaluasi ini menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, penguatan kurikulum, serta pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan capaian kelulusan yang tinggi dan sistem evaluasi yang berkelanjutan, LPTK UIN SSC optimis mampu mencetak guru profesional yang adaptif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.




