UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyusun berita yang efektif, informatif, dan berdampak menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh setiap praktisi humas. Berita kehumasan tidak lagi sekadar menjadi dokumentasi kegiatan, melainkan harus mampu menyampaikan pesan institusi secara jelas, membangun kepercayaan publik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pemahaman tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan nasional Humas Level Up #8: Impactful and Effective News yang diselenggarakan oleh Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Penanggung Jawab Tim Dokumentasi, Peliputan, dan Manajemen Isu Kemenag RI, Marjam Madyansyah, sebagai narasumber utama, dengan moderator Rima Febrina Hirman dan Sarah Shafira Sandy dari Tim Dokumentasi dan Liputan Kemenag RI.
Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Pranata Humas Mohamad Arifin dan Amelia Ayu Lestari. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kehumasan guna mendukung pengelolaan komunikasi publik yang profesional, adaptif, dan selaras dengan perkembangan media digital.
Judul Menjadi Kunci Menarik Perhatian Publik
Dalam pemaparannya, Marjam Madyansyah menegaskan bahwa judul memiliki peran strategis sebagai pintu masuk sebuah berita. Menurutnya, fenomena masyarakat yang hanya membaca judul sebelum membagikan informasi menjadi tantangan tersendiri bagi praktisi humas.
Ia menjelaskan bahwa judul harus mampu menggambarkan substansi berita sekaligus menarik perhatian pembaca tanpa mengabaikan prinsip akurasi. Karena itu, humas perlu menghindari judul yang terlalu seremonial dan kurang memiliki nilai informasi.
“Buatlah judul yang singkat, padat, dan memiliki nilai berita yang kuat. Jangan hanya menyebutkan kegiatan atau kehadiran pejabat, tetapi tonjolkan pesan utama dan manfaat yang ingin disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Marjam, judul yang baik akan membantu meningkatkan keterbacaan berita sekaligus memperkuat penyebaran informasi di berbagai platform digital.
Memahami Standar Penulisan Berita Kehumasan
Selain membahas pentingnya judul, peserta juga mendapatkan penguatan terkait teknik penulisan berita kehumasan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik. Berita yang baik harus memiliki struktur yang lengkap, terdiri atas judul, teras berita (lead), dan tubuh berita (body), serta memenuhi unsur 5W+1H secara utuh.
Marjam menekankan bahwa setiap informasi yang dipublikasikan harus berbasis fakta dan didukung data yang valid. Penggunaan kutipan narasumber juga harus relevan dengan topik yang dibahas agar mampu memperkuat kredibilitas berita.
Dalam sesi diskusi interaktif, peserta diajak menganalisis berbagai contoh judul berita untuk memahami cara meningkatkan nilai berita tanpa mengurangi akurasi informasi. Suasana diskusi berlangsung dinamis karena peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam mengelola publikasi institusi.
Enam Nilai Berita yang Harus Dimiliki Praktisi Humas
Untuk menghasilkan publikasi yang berdampak, praktisi humas juga perlu memahami unsur-unsur nilai berita (news value). Marjam menjelaskan terdapat enam nilai utama yang perlu diperhatikan, yaitu impact, magnitude, significance, timeliness, uniqueness, dan proximity.
Menurutnya, berita yang mengandung manfaat bagi masyarakat, memiliki unsur kebaruan, dekat dengan audiens, dan menyajikan informasi penting akan lebih mudah menarik perhatian publik. Nilai-nilai tersebut perlu dipadukan dengan pendekatan human interest agar pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat dan mudah diterima pembaca.
Ia juga menegaskan bahwa humas memiliki peran strategis dalam mendukung penyebarluasan program-program prioritas pemerintah melalui pemberitaan yang berkualitas, akurat, dan berimbang.
Perkuat Kualitas Publikasi Digital UIN Siber Cirebon
Partisipasi Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik dan publikasi digital. Penguatan kapasitas kehumasan dinilai penting untuk mendukung penyebaran informasi yang kredibel sekaligus membangun citra positif institusi di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pranata Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperoleh wawasan baru mengenai strategi penulisan berita yang efektif, teknik membangun nilai berita, serta pengelolaan informasi yang berdampak di era digital.
Ke depan, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas publikasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis siber yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, transparan dalam penyampaian informasi, serta berkomitmen menghadirkan konten yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan transformasi digital yang terus dikembangkan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen memperkuat peran kehumasan sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi publik yang efektif, memperluas jangkauan informasi, dan mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akuntabel, dan berdampak.


