UIN Siber Cirebon – Setelah dua pekan melaksanakan program penguatan literasi, KKN 03 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan asesmen evaluatif untuk mengukur perkembangan kemampuan membaca anak-anak di Desa Losari Kidul. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) di Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Losari Kidul sebagai bagian dari upaya memastikan program literasi yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi peserta.
Asesmen dilakukan menggunakan instrumen dari platform INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), sebuah program kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya literasi dan numerasi.
Pengukuran ini dilakukan setelah anak-anak mengikuti berbagai kegiatan selama dua pekan, mulai dari pendampingan membaca, pembiasaan literasi, hingga aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan minat baca. Data hasil asesmen kemudian menjadi bahan bagi mahasiswa KKN untuk melihat perkembangan peserta sekaligus mengevaluasi efektivitas pendampingan yang telah diberikan.
Mengukur Dampak Literasi, Bukan Sekadar Menjalankan Program
Ketua KKN 03 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Achmad Samil Himam, menjelaskan bahwa asesmen evaluatif menjadi bagian penting untuk memastikan program penguatan literasi tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat diketahui dampaknya.
“Bagi kami, penguatan literasi tidak cukup hanya menghadirkan kegiatan membaca, tetapi juga harus diukur dampaknya. Karena itu, asesmen ini dilakukan untuk melihat perkembangan kemampuan membaca anak-anak setelah dua minggu pendampingan. Data yang kami peroleh menjadi dasar untuk memperbaiki dan menyempurnakan program agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Literasi yang kuat lahir dari proses yang terukur, adaptif, dan berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.
Penggunaan instrumen asesmen juga memungkinkan mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai perkembangan kemampuan membaca peserta. Hasil pengukuran tersebut diharapkan dapat membantu tim mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat dalam kegiatan literasi berikutnya.
Koordinator Publikasi dan Dokumentasi KKN 03, Eigha Affuwwudien, menilai pengukuran berbasis instrumen menjadi elemen penting dalam mengevaluasi keberhasilan program.
“Instrumen ini kami gunakan karena menjadi kunci dalam mengukur keberhasilan program secara objektif. Tanpa pengukuran yang jelas, kita tidak dapat mengetahui apakah kegiatan yang dilakukan benar-benar berdampak pada peningkatan kemampuan membaca anak-anak. Melalui asesmen ini, setiap program dapat dievaluasi berdasarkan data, sehingga langkah penguatan literasi yang kami lakukan memiliki arah yang lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
PDIA Dorong Program Literasi Lebih Adaptif
Dalam proses evaluasi, KKN 03 menggunakan pendekatan Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA), yaitu kerangka kerja yang menekankan penyelesaian masalah berdasarkan kondisi nyata melalui proses evaluasi, pembelajaran, dan perbaikan secara bertahap.
Pendekatan tersebut membuat data asesmen tidak sekadar menjadi catatan capaian program. Hasil pengukuran dapat digunakan untuk merefleksikan metode pendampingan yang telah diterapkan dan menentukan penyesuaian yang diperlukan agar program selanjutnya semakin sesuai dengan kebutuhan anak-anak di Desa Losari Kidul.
Dengan demikian, evaluasi menjadi bagian dari siklus penguatan literasi yang terus berkembang. Mahasiswa tidak hanya melihat apa yang telah dilakukan, tetapi juga mempelajari apa yang berhasil, aspek yang masih perlu diperbaiki, serta strategi yang dapat dikembangkan berdasarkan kondisi peserta.
Dorong Gerakan Literasi Desa yang Berkelanjutan
Pelaksanaan asesmen evaluatif diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan program literasi di Desa Losari Kidul. Data yang diperoleh dapat menjadi pijakan untuk merancang pendampingan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan serta membuka peluang keterlibatan lebih luas dari masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus mendukung SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui upaya meningkatkan kemampuan membaca dan kualitas pembelajaran anak berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Penggunaan evaluasi berbasis data juga memperkuat upaya menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif.
Selain itu, pelibatan mahasiswa, pemerintah desa, pengelola perpustakaan, dan masyarakat dalam penguatan literasi turut mendukung SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
KKN 03 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dibimbing oleh H. Ismail Ridlwan, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dengan Moh Rahmad sebagai Kuwu Desa Losari Kidul, Robbi Rohim sebagai Sekretaris Desa, Achmad Samil Himam sebagai Ketua Kelompok, dan Eigha Affuwwudien sebagai Koordinator Divisi.
Melalui evaluasi berbasis data dan pendekatan adaptif, KKN 03 berupaya memastikan gerakan literasi di Desa Losari Kidul tidak hanya menghadirkan aktivitas membaca, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat diukur dan menjadi fondasi bagi penguatan literasi masyarakat secara berkelanjutan.


