UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan program LENTERA (Literasi, Edukatif, Nyaman, Terampil, Aktif) sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca sekaligus membangun kepercayaan diri siswa di SDN 1 Klayan dan SDN 2 Klayan. Program yang mulai dilaksanakan pada 27 Juli 2026 ini menyasar siswa kelas 3 hingga kelas 6 yang masih membutuhkan pendampingan dalam kemampuan literasi dasar.
Program LENTERA lahir dari hasil pengamatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Mahasiswa menemukan masih adanya siswa kelas 3–6 yang belum lancar membaca, mulai dari membaca terbata-bata hingga mengalami kesulitan mengeja kata. Kondisi tersebut mendorong KKN Kelompok 37 menghadirkan pendampingan tambahan yang dilakukan secara rutin dan menyenangkan.
Pendampingan Literasi yang Dekat dengan Anak
LENTERA dirancang bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi ruang pendampingan tambahan bagi siswa yang membutuhkan perhatian lebih dalam kemampuan membaca. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa berkoordinasi dengan guru kelas di SDN 1 Klayan dan SDN 2 Klayan untuk memperoleh masukan mengenai kondisi serta kebutuhan siswa.
Pendampingan dilakukan sebanyak 3–4 kali dalam sepekan selama 40 hari masa penempatan KKN. Setiap mahasiswa ditargetkan mendampingi sedikitnya dua anak secara konsisten sehingga perkembangan masing-masing siswa dapat dipantau secara lebih dekat.
Pendekatan personal tersebut diharapkan membuat siswa merasa lebih nyaman dalam belajar. Mahasiswa membangun kedekatan terlebih dahulu sebelum masuk ke kegiatan membaca sehingga proses pendampingan tidak terasa seperti pembelajaran tambahan yang menegangkan.
Belajar Membaca melalui Permainan dan Kreativitas
Kegiatan LENTERA diawali dengan asesmen sederhana dan santai. Mahasiswa mengajak anak membaca paragraf pendek, kemudian memetakan kemampuan berdasarkan tahapan paragraf, kata, suku kata, hingga huruf. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai.
Agar kegiatan tidak monoton, mahasiswa menggunakan berbagai aktivitas kreatif, seperti menyusun kata menggunakan kartu huruf, membuat komik atau cerita berdasarkan gambar, lomba membaca berpasangan, menulis surat untuk orang tua atau guru, serta bermain peran berdasarkan cerita rakyat.
Media yang digunakan juga sederhana dan mudah ditemukan, seperti kardus bekas, kertas, serta spidol warna-warni. Pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan literasi tetap berlangsung secara kreatif tanpa bergantung pada fasilitas yang mahal.
Perkembangan Siswa Dipantau secara Berkelanjutan
Program LENTERA menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk memastikan proses pendampingan terus berkembang sesuai kebutuhan siswa. Setiap sesi dicatat melalui refleksi harian yang memuat aktivitas, perkembangan anak, serta hambatan yang ditemukan mahasiswa selama pendampingan.
Hasil evaluasi kemudian digunakan untuk menentukan perbaikan metode pada pertemuan berikutnya. Siklus tersebut dilakukan melalui observasi awal, pemahaman kondisi siswa, perencanaan kegiatan, pelaksanaan, evaluasi, hingga observasi kembali.
Ketua KKN Kelompok 37 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ari Rifqi, mengatakan bahwa LENTERA hadir sebagai respons mahasiswa terhadap kebutuhan literasi yang ditemukan di lapangan.
“Kami tidak datang untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi teman belajar bagi adik-adik agar mereka lebih percaya diri dalam membaca. Harapannya, melalui pendampingan yang dilakukan secara rutin, kemampuan literasi mereka meningkat dan semangat belajar mereka terus tumbuh,” ujar Ari Rifqi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Septiani Resmalasari, M.Pd., turut mendukung pelaksanaan program sebagai bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan pengabdian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menyalakan Literasi agar Terus Berlanjut
Melalui LENTERA, KKN Kelompok 37 berharap siswa SDN 1 Klayan dan SDN 2 Klayan tidak hanya mengalami peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga tumbuh menjadi lebih percaya diri dan memiliki ketertarikan terhadap aktivitas literasi.
Program ini juga diharapkan dapat mendorong guru, orang tua, dan lingkungan sekitar untuk terus memberikan pendampingan setelah masa KKN berakhir. Dengan demikian, kebiasaan membaca tidak berhenti sebagai kegiatan selama pengabdian mahasiswa, tetapi dapat berkembang menjadi budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya dalam mendukung akses terhadap proses pembelajaran yang inklusif dan membantu meningkatkan kemampuan literasi dasar anak.
LENTERA menjadi gambaran bahwa penguatan literasi dapat dimulai dari pendampingan sederhana, dilakukan secara konsisten, dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak. Dari ruang belajar yang nyaman, mahasiswa KKN 37 berupaya menyalakan semangat membaca agar tetap tumbuh bahkan setelah masa pengabdian selesai.


