UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai memperkuat program literasi di SDN 1 Mayung melalui asesmen awal kemampuan membaca siswa pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi program M-LEAD (Mayung Literacy Ambassador Development) yang dirancang untuk membangun budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi siswa secara bertahap dan berkelanjutan.
Diawali Salat Dhuha, Dilanjutkan Pemetaan Kemampuan Membaca
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Dhuha bersama yang diikuti mahasiswa KKN, guru, dan siswa SDN 1 Mayung. Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pembelajaran yang religius sekaligus mempersiapkan siswa sebelum mengikuti kegiatan literasi.
Setelah itu, mahasiswa KKN melaksanakan asesmen awal literasi membaca secara individu. Asesmen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan membaca siswa sehingga pendampingan yang diberikan nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan masing-masing peserta didik.
Asesmen Menjadi Dasar Pendampingan Literasi
Pelaksanaan asesmen dilakukan secara bergantian dengan pendekatan santai dan komunikatif agar siswa merasa nyaman. Kemampuan membaca siswa dipetakan berdasarkan lima tingkatan, mulai dari pengenalan huruf, membaca suku kata, kata, kalimat, hingga paragraf sederhana.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi data awal bagi mahasiswa KKN Kelompok 45 dalam menyusun strategi pendampingan melalui program M-LEAD. Dengan pemetaan tersebut, kegiatan literasi diharapkan tidak diberikan secara seragam, tetapi dapat menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa.
Guru SDN 1 Mayung mengapresiasi pelaksanaan asesmen tersebut karena dapat membantu sekolah memperoleh gambaran kemampuan membaca siswa secara lebih rinci.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan asesmen literasi yang dilakukan mahasiswa KKN. Kegiatan ini membantu kami memetakan kemampuan membaca siswa secara lebih rinci dan menjadi bekal dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif di kelas,” ujar Nurlatifah, guru SDN 1 Mayung.
M-LEAD Dorong Literasi yang Bertahap dan Berkelanjutan
Ketua KKN Kelompok 45, Muhammad Fakhri Naufal, menilai asesmen bukan sekadar kegiatan untuk mengukur kemampuan siswa, tetapi menjadi pintu masuk untuk memahami potensi dan kebutuhan belajar mereka.
“Bagi kami, asesmen ini bukan sekadar mengukur kemampuan membaca siswa, tetapi juga menjadi cara untuk mengenali potensi dan kebutuhan belajar mereka. Dari hasil inilah kami akan menyusun pendampingan melalui program M-LEAD agar setiap siswa dapat berkembang sesuai tahap kemampuannya,” ungkapnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Aguslani, M.Ag., turut mendukung pelaksanaan program literasi yang dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 45. Pendekatan berbasis asesmen awal diharapkan dapat membantu menciptakan pendampingan yang lebih terarah dan relevan dengan kondisi siswa.
Berkontribusi pada Pendidikan Berkualitas
Pelaksanaan asesmen awal literasi melalui program M-LEAD sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Kegiatan ini mendukung upaya menciptakan pembelajaran yang inklusif dan efektif melalui pemetaan kemampuan peserta didik sebagai dasar penyusunan strategi pendampingan.
Selain itu, penguatan budaya membaca sejak dini juga berkontribusi terhadap pembangunan kapasitas anak agar memiliki keterampilan dasar yang mendukung proses belajar mereka di masa mendatang. Melalui kolaborasi mahasiswa KKN, guru, dan sekolah, program M-LEAD diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan belajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa.
Dengan demikian, asesmen awal yang dilaksanakan KKN Kelompok 45 bukan sekadar tahap pengukuran, melainkan fondasi untuk menghadirkan pendampingan literasi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di SDN 1 Mayung.


