UIN Siber Cirebon (Indramayu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 73 Rajasinga, Terisi, IMY UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan program “Kamis Ceria 73 – Bimbel Ceria Berbasis Digital” untuk meningkatkan kemampuan baca tulis sekaligus membangun semangat belajar anak-anak di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) tersebut dikemas secara interaktif dengan memadukan pendampingan personal dan media digital.
Program yang berlangsung setiap Kamis pukul 15.30–16.30 WIB di Posko KKN 73 ini terbuka untuk anak-anak Desa Rajasinga. Melalui suasana belajar yang santai dan menyenangkan, mahasiswa KKN berperan sebagai “kakak-kakak cerdik” yang mendampingi anak belajar membaca dan menulis sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pendampingan Personal, Anak Belajar Sesuai Kemampuan
Salah satu keunggulan Kamis Ceria 73 terletak pada pola pendampingan dengan rasio tutor dan anak sekitar 1:2–3. Setiap mahasiswa KKN mendampingi maksimal dua hingga tiga anak sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih personal.
Sebelum pembelajaran dimulai, anak-anak dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan literasi melalui asesmen sederhana. Anak yang masih berada pada tahap pengenalan huruf, mengeja, maupun membaca kalimat pendek memperoleh pendampingan sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa memantau perkembangan setiap anak secara lebih dekat, termasuk mengenali bagian yang masih menjadi kesulitan dan menyesuaikan kecepatan pembelajaran.
Media Digital Jadi Pemantik, Interaksi Tetap Utama
Kegiatan Kamis Ceria memanfaatkan cerita bergambar, permainan edukatif, video, gambar interaktif, maupun media digital lainnya sebagai alat bantu pembelajaran. Penggunaan teknologi tidak menggantikan interaksi antara tutor dan anak, tetapi menjadi pemantik agar proses belajar lebih menarik dan mudah dipahami.
Anak-anak diajak membaca bersama, mengenali huruf, mengeja, menyusun kata hingga membuat kalimat sederhana. Mahasiswa KKN juga memberikan koreksi secara langsung terhadap kemampuan membaca maupun menulis anak.
Untuk menjaga keberlanjutan pendampingan, setiap tutor juga diarahkan mencatat perkembangan anak yang didampinginya. Catatan tersebut dapat menjadi acuan untuk menentukan materi yang perlu diulang atau dikembangkan pada pertemuan berikutnya.
Belajar Lebih Ceria, Percaya Diri Mulai Tumbuh
Pendekatan belajar yang lebih dekat dan menyenangkan mendapat respons positif dari peserta maupun keluarga. Salah seorang ibu peserta bimbel mengungkapkan perubahan semangat belajar anaknya setelah mengikuti Kamis Ceria.
“Sejak ikut Kamis Ceria, anak saya jadi lebih semangat belajar di rumah. Malah dia sering nanya, ‘kapan lagi bimbelnya, Bu?’ Senang rasanya lihat dia antusias begini,” ungkap salah seorang orang tua peserta.
Ketua Kelompok KKN 73, Ahmad Nurfauzi, bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nur Salim, M.Pd.I., mendukung pelaksanaan program sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa dalam membantu memenuhi kebutuhan belajar anak di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara rutin selama masa pengabdian KKN. Dengan slogan “Ceria, interaktif, bersama kakak-kakak cerdik”, Kamis Ceria 73 diharapkan tidak hanya membantu anak meningkatkan kemampuan baca tulis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kebiasaan belajar, dan pengalaman belajar yang positif.
Sejalan dengan SDGs Pendidikan Berkualitas
Program Kamis Ceria 73 turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan ruang belajar tambahan yang inklusif, interaktif, dan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.
Pendampingan dalam kelompok kecil juga menjadi upaya menciptakan proses belajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak. Dengan keterlibatan mahasiswa, masyarakat, dan keluarga, program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan literasi anak di Desa Rajasinga.
Melalui Kamis Ceria 73, KKN Kelompok 73 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dimulai dari langkah sederhana: hadir, mendampingi, memahami kebutuhan setiap anak, dan membuat proses belajar terasa menyenangkan.


