UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 142 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat kesiapan pengabdian masyarakat melalui pembelajaran pengelolaan sampah dan strategi pendampingan masyarakat di Yayasan Wangsakerta, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tahap To Know–To Understand dalam penerapan teknik Participatory Action Research (PAR) pada program KKN 2026.
Pembekalan tersebut dilakukan setelah mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan masyarakat serta perangkat Desa Kalibaru. Hasil pengumpulan informasi kemudian didiskusikan bersama Yayasan Wangsakerta untuk membantu mahasiswa memahami persoalan lingkungan di Desa Kalibaru secara lebih menyeluruh.
Memahami Persoalan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 142 memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis sampah yang umum ditemukan di lingkungan desa, sistem pembuangan sampah, hingga tantangan pengelolaannya.
Persoalan utama yang menjadi perhatian adalah masih bercampurnya sampah yang dibuang oleh masyarakat. Kondisi tersebut semakin kompleks karena kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) disebut telah mengalami kelebihan beban.
Pendiri Yayasan Wangsakerta, Farida Mahri, menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat dan perangkat desa.
“Permasalahan sampah akan terus ada, dan konsentrasi masalahnya ada pada proses pengolahannya, karena rata-rata semua sampah yang dibuang oleh masyarakat masih bercampur, sedangkan Tempat Pembuangan Akhir sudah overload. Tugas kita sekarang adalah menginisiasi pembuatan sistem pengelolaan sampah dengan bantuan seluruh perangkat desa dan masyarakat dengan ajakan yang lebih persuasif dan meyakinkan mereka bahwa pemilahan sampah yang baik itu ada manfaatnya bagi kehidupan.”

Strategi Pendampingan Jadi Kunci Program yang Berkelanjutan
Selain persoalan teknis pengelolaan sampah, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai cara membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi penting karena program KKN tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan kegiatan dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
Melalui diskusi, mahasiswa diajak melihat persoalan lingkungan dari berbagai sudut pandang dan merefleksikan kembali data yang telah diperoleh selama observasi. Dengan demikian, program yang dirancang diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar berdasarkan asumsi mahasiswa.

Pembelajaran ini memperkuat peran mahasiswa sebagai fasilitator yang mendorong masyarakat terlibat aktif dalam menemukan dan menjalankan solusi. Pendekatan persuasif juga diharapkan dapat membantu membangun kesadaran masyarakat mengenai manfaat pemilahan dan pengelolaan sampah.
Bekal Menuju Pengabdian yang Berdampak
Kegiatan bersama Yayasan Wangsakerta menjadi bagian penting dalam mempersiapkan KKN Kelompok 142 sebelum melaksanakan program di Desa Kalibaru. Pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dan strategi pendampingan masyarakat diharapkan membantu mahasiswa merancang program yang lebih tepat sasaran dan memiliki peluang keberlanjutan setelah masa KKN selesai.

Kegiatan ini sekaligus mendukung SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penguatan upaya pengelolaan lingkungan dan sampah di tingkat masyarakat. Selain itu, kegiatan berkaitan dengan SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya dalam mendorong pemilahan dan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab.
Aspek kolaborasi dalam proses pembelajaran dan perencanaan program juga sejalan dengan SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui keterlibatan mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan Yayasan Wangsakerta.
KKN Kelompok 142 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rijal Assidiq Mulyana, M.Pd. dan diketuai Januar Ibrahim. Turut terlibat dalam proses pendampingan, Handy Riyanto selaku Kuwu Desa Kalibaru dan Farida Mahri selaku pendiri Yayasan Wangsakerta.
Melalui bekal pengetahuan dan strategi yang diperoleh, mahasiswa KKN Kelompok 142 diharapkan mampu menghadirkan program pengelolaan lingkungan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.


