UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 59 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan program penguatan literasi melalui pembuatan Pohon Literasi dan Rak Buku Dinding di SDN 2 Kedungdalem pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN, guru, dan siswa sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih mendukung tumbuhnya budaya membaca.
Program tersebut dirancang tidak hanya untuk menyediakan fasilitas membaca, tetapi juga menghadirkan media yang dapat mendorong siswa lebih aktif berinteraksi dengan buku. Melalui Pohon Literasi, siswa dapat menuliskan hasil bacaan yang telah mereka baca, sementara Rak Buku Dinding menjadi sarana untuk menyimpan sekaligus memudahkan akses terhadap berbagai bahan bacaan di lingkungan sekolah.
Pohon Literasi Jadi Media Kreatif untuk Membangun Kebiasaan Membaca
Pembuatan Pohon Literasi menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan penguatan literasi. Media tersebut digunakan siswa untuk menuliskan hasil bacaan mereka sehingga aktivitas membaca tidak berhenti pada membuka dan menyelesaikan buku, tetapi juga mendorong siswa memahami serta mengingat informasi yang diperoleh.
Dengan konsep yang visual dan kreatif, Pohon Literasi diharapkan dapat menjadi pemantik semangat siswa untuk lebih rutin membaca. Siswa juga dapat melihat perkembangan aktivitas membaca secara lebih menarik sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan.
Selain mendukung kemampuan literasi baca-tulis, kegiatan ini turut melatih kreativitas siswa dalam menuangkan hasil bacaan melalui tulisan. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan memahami informasi dan menyampaikan kembali gagasan yang diperoleh dari bacaan.
Rak Buku Dinding Perluas Akses Bacaan di Sekolah
Selain Pohon Literasi, mahasiswa KKN Kelompok 59 juga membuat dan memasang Rak Buku Dinding sebagai fasilitas pendukung budaya membaca di SDN 2 Kedungdalem.
Keberadaan rak tersebut diharapkan membuat buku bacaan lebih mudah dijangkau oleh siswa. Penempatan buku pada ruang yang mudah terlihat dan diakses dapat menciptakan lingkungan yang lebih dekat dengan aktivitas membaca dalam keseharian siswa.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan fasilitas sederhana yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah. Dengan dukungan guru dan seluruh warga sekolah, fasilitas yang telah dibuat diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan.
Mendorong Dampak Literasi yang Berkelanjutan
Ketua KKN Kelompok 59, Mohamad Abhidzarin Al Ghifari, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dan sekolah.
“Pohon Literasi dan Rak Buku Dinding diharapkan menjadi sarana yang dapat menumbuhkan kebiasaan membaca serta meningkatkan semangat belajar siswa. Semoga program ini dapat dimanfaatkan dan terus dikembangkan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari penguatan budaya literasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh akses yang lebih mudah terhadap bahan bacaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas dan membangun kebiasaan membaca secara konsisten.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 59, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., turut mendampingi pelaksanaan program sebagai bagian dari proses pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Sejalan dengan SDGs Pendidikan Berkualitas
Program penguatan literasi melalui Pohon Literasi dan Rak Buku Dinding turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui upaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan kemampuan literasi anak.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pengembangan literasi baca-tulis dan kreativitas siswa, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan mendukung proses belajar di luar kegiatan pembelajaran formal.
Keberadaan fasilitas literasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi siswa SDN 2 Kedungdalem. Dengan keterlibatan guru, siswa, dan mahasiswa KKN, budaya membaca di sekolah diharapkan tidak berhenti setelah program KKN selesai, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
Melalui langkah sederhana tersebut, KKN Kelompok 59 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan menghadirkan ruang, fasilitas, dan aktivitas yang membuat membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan serta bermakna.


