UIN Siber Cirebon (Surabaya) – Abdul Aziz Rantissie, mahasiswa semester 3 Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengangkat kajian tentang teknik muhasabah diri untuk meningkatkan self-esteem siswa dalam International Conference on Islamic Counseling Studies (ICONICS) 2026. Konferensi internasional yang diselenggarakan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya, berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 dengan tema “The Qur’an, Pesantren, and Islamic Counseling: Strengthening Mental Health in the Digital Era.”
Artikel yang dibahas Abdul Aziz berjudul “Teknik Muhasabah Diri untuk Meningkatkan Self-Esteem Siswa”. Kajian ini menyoroti relevansi muhasabah diri sebagai pendekatan refleksi dalam membantu siswa mengenali potensi, memahami kekurangan, serta membangun penilaian diri yang lebih positif.
Partisipasi Abdul Aziz dalam forum akademik internasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kajian yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling. Topik tersebut juga relevan dengan upaya mendukung kesejahteraan psikologis siswa melalui pendekatan yang memperhatikan dimensi pribadi dan spiritual.
Muhasabah Diri sebagai Pendekatan Pengembangan Self-Esteem
Self-esteem atau harga diri berkaitan dengan cara seseorang menilai dan menghargai dirinya sendiri. Dalam lingkungan pendidikan, pengembangan harga diri menjadi salah satu aspek penting karena dapat membantu siswa mengenali kemampuan, menerima kekurangan, dan menghadapi tantangan dalam proses belajar maupun kehidupan sosial.
Artikel Abdul Aziz mengkaji teknik muhasabah diri sebagai salah satu pendekatan yang relevan untuk mendukung pengembangan self-esteem siswa. Muhasabah diri merupakan proses refleksi dan evaluasi diri yang mendorong individu untuk memahami pengalaman, meninjau perilaku, serta mengenali aspek diri yang perlu dipertahankan atau diperbaiki.
Dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam, pendekatan ini dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali potensi diri sekaligus melakukan perbaikan secara konstruktif. Proses refleksi diharapkan membantu siswa mengembangkan penerimaan diri tanpa mengabaikan tanggung jawab untuk terus bertumbuh dan memperbaiki perilaku.
Gunakan Kajian Literatur untuk Menggali Relevansi Teknik Muhasabah

Penelitian dalam artikel tersebut menggunakan metode kajian literatur untuk menelaah relevansi teknik muhasabah diri dalam meningkatkan self-esteem siswa. Melalui penelaahan sumber-sumber pustaka yang relevan, kajian ini membahas keterkaitan antara refleksi diri, pemahaman terhadap potensi pribadi, dan pengembangan penilaian diri yang lebih positif.
Berdasarkan hasil kajian yang disampaikan, teknik muhasabah diri dinilai memiliki relevansi dalam mendukung peningkatan self-esteem siswa. Pendekatan ini menempatkan proses mengenali diri dan mengevaluasi pengalaman sebagai bagian dari upaya pengembangan pribadi.
Meski demikian, kajian literatur berbeda dari penelitian eksperimen atau pengujian langsung terhadap siswa. Karena itu, penerapan teknik muhasabah dalam layanan konseling tetap memerlukan penyesuaian dengan kebutuhan siswa serta evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya dalam konteks tertentu.
Perkuat Pengembangan Bimbingan dan Konseling Islam
Pembahasan mengenai muhasabah diri menjadi bagian dari upaya memperkaya perspektif Bimbingan dan Konseling Islam dalam mendampingi perkembangan psikologis siswa. Pendekatan yang memperhatikan dimensi spiritual dan refleksi pribadi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung layanan konseling yang lebih menyeluruh.
Topik ini juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya perhatian terhadap kesejahteraan psikologis, serta SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan pendekatan pendampingan yang mendukung pertumbuhan pribadi siswa dalam lingkungan pendidikan.
Penggunaan teknik muhasabah perlu dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi, usia, dan kebutuhan setiap siswa. Dalam praktiknya, guru BK dan konselor tetap perlu mengedepankan pendekatan profesional, komunikasi yang suportif, serta pendampingan yang tidak menghakimi.
Perluas Kontribusi Akademik Mahasiswa melalui ICONICS 2026

ICONICS 2026 menjadi forum bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk berbagi hasil kajian serta memperluas kolaborasi dalam pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Konferensi ini juga menyediakan kesempatan publikasi artikel melalui prosiding ICONICS 2026 dan Jurnal Bimbingan Konseling Islam yang disebutkan penyelenggara, sesuai dengan ketentuan publikasi yang berlaku.
Bagi Abdul Aziz, partisipasi dalam konferensi ini menjadi ruang untuk membawa kajian mahasiswa ke dalam diskusi akademik yang lebih luas. Keikutsertaannya turut menunjukkan keterlibatan mahasiswa BKI UIN Siber Cirebon dalam mengeksplorasi pendekatan konseling yang mengintegrasikan refleksi diri dan nilai-nilai keislaman.
Melalui kajian tentang teknik muhasabah diri, pengembangan Bimbingan dan Konseling Islam diharapkan semakin kaya dengan pendekatan yang memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual siswa. Kajian tersebut dapat menjadi landasan untuk penelitian lanjutan dan pengembangan layanan konseling yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


