UIN Siber Cirebon – Enam mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan layanan konseling individual bagi warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sekaligus menjadi momentum Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).
Layanan konseling tersebut merupakan sesi lanjutan setelah mahasiswa melakukan need assessment pada Jumat (11/9/2026). Pelaksanaan layanan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan dan perkembangan masing-masing konseli.
Konseling Berangkat dari Kebutuhan Konseli
Enam mahasiswa BKI semester 7 yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Sabrinaryne Choirunnisya, Vivi Nur Amaliyah, Tiara Roichah, Ade Zulfa Hidayati, Pepi Haryani, dan Siti Fadillah. Masing-masing mahasiswa mendampingi satu warga binaan sebagai konseli.
Dalam prosesnya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan need assessment untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan konseli. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan pendekatan dan teknik konseling yang sesuai.
Beberapa pendekatan yang digunakan antara lain Person-Centered Therapy, Socratic Questioning, dan Narrative Therapy. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya membangun suasana konseling yang aman, empatik, dan suportif agar konseli memiliki ruang untuk mengeksplorasi pengalaman, pikiran, serta perasaannya secara lebih terbuka.
Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan prinsip kerahasiaan dan etika layanan konseling. Karena itu, informasi pribadi, hasil asesmen, maupun isi pembicaraan konseli tidak diungkapkan dalam publikasi.
PPL Menjadi Ruang Belajar Profesional
Keterlibatan mahasiswa dalam layanan konseling individual memberikan kesempatan untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi nyata. Mahasiswa juga belajar membangun komunikasi yang empatik, memahami karakteristik konseli, menentukan pendekatan yang sesuai, serta menjalankan layanan dengan penuh tanggung jawab.
Bagi mahasiswa BKI, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan profesional sebagai calon praktisi bimbingan dan konseling. Proses PPL tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya etika, kerahasiaan, kesabaran, dan penghargaan terhadap setiap individu yang mendapatkan layanan.
FDKI Lakukan Monev dan Penguatan Mahasiswa
Pelaksanaan sesi konseling juga bertepatan dengan Monev PPL yang dihadiri Wakil Dekan I FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Arief Rachman, S.Sos., M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Eha Julaeha, S.Ag., M.A., serta pamong PPL Fuad Hasan, S.H., M.H., selaku Kasubsi BHPT Rutan Kelas I Cirebon.
Dalam Monev tersebut, mahasiswa menyampaikan perkembangan kegiatan yang telah dilakukan sekaligus memperoleh arahan untuk pelaksanaan layanan berikutnya.
“Kedatangan kami diharapkan menjadi ruang bagi kita untuk melihat perkembangan kegiatan yang sudah dilaksanakan, apa yang sudah berjalan dan apa yang masih perlu diperbaiki. Yang terpenting, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik sekaligus menjaga etika dan nama baik institusi selama berada di lapangan,” ujar Dr. Arief Rachman.
DPL Eha Julaeha turut mengapresiasi pendampingan dari pihak Rutan dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
“Terima kasih kepada pihak Rutan yang telah membimbing dan membersamai mahasiswi kami dalam belajar langsung di lapangan. Setiap kegiatan memang perlu dilakukan dengan sabar, disiplin, dan tetap berpegang pada etika, semoga kesempatan PPL ini jadi pengalaman berharga untuk mahasiswi kami,” tuturnya.
Sementara itu, Fuad Hasan menyampaikan bahwa mahasiswa telah memperoleh kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi melalui layanan yang dilakukan kepada warga binaan.
“Alhamdulillah, selama di sini mahasiswa telah bisa belajar langsung sekaligus memberikan kontribusi melalui layanan yang mereka lakukan kepada warga binaan. Harapannya, selama berada di sini mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik, tetapi juga memahami bagaimana memberikan layanan dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi warga binaan sampai satu bulan ke depan,” ungkapnya.
Layanan Berkelanjutan dan Kolaboratif
Rangkaian konseling masih akan dilanjutkan pada pekan berikutnya bagi konseli yang membutuhkan sesi lanjutan. Proses layanan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan konseli hingga mencapai tahap terminasi.
Kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Rutan Kelas I Cirebon melalui PPL ini menunjukkan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan kompetensi secara langsung, sementara pelaksanaan layanan tetap diarahkan sesuai prinsip profesional dan etika konseling.
Kegiatan ini sekaligus mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik serta SDGs 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam penguatan pendekatan pembinaan dan pendampingan yang menghargai martabat individu.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin siap menjadi calon konselor yang kompeten, empatik, dan berintegritas dalam memberikan layanan kepada masyarakat.


