UIN Siber Cirebon — Upaya memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045 terus dipacu. Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI bersinergi dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Focus Group Discussion (FGD) program MoRA The AIR Funds di Hotel Grand Tryas, Cirebon.(22/426).
Forum strategis ini menjadi titik balik transformasi ekosistem riset nasional—dari sekadar aktivitas akademik individual menuju gerakan kolektif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Urgensi tersebut diperkuat oleh data bahwa sektor pendidikan memiliki multiplier effect hingga 8,2 kali lipat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melampaui sektor infrastruktur maupun kesehatan.
Sinkronisasi 4 Pilar Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
Program MoRA The AIR Funds (Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds) hadir sebagai instrumen utama dalam transformasi sumber daya manusia pendidikan keagamaan. Program ini juga menjawab tantangan rendahnya rasio lulusan doktor di Indonesia yang masih berada di angka 0,53 persen—tertinggal dibanding negara tetangga dan negara maju.
Dengan dukungan dana abadi pendidikan lebih dari Rp126 miliar untuk periode 2024–2025, program ini difokuskan pada empat pilar strategis:
- Pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK
- Pembangunan ekonomi berkelanjutan
- Pemerataan pembangunan
- Ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan
Standar Ketat untuk Riset Berkualitas dan Berdampak
FGD ini tidak sekadar sosialisasi, melainkan forum teknis untuk memastikan kualitas riset yang dihasilkan benar-benar unggul dan aplikatif. Pemerintah menetapkan standar tinggi bagi para pengusul, di antaranya wajib berkualifikasi doktor (S3), minimal jabatan Lektor, serta memiliki Sinta Score minimal 100.
Langkah ini menjadi filter penting agar pendanaan riset bernilai miliaran rupiah benar-benar dikelola oleh peneliti kompeten yang mampu menghasilkan inovasi global.
Adapun tujuh tema prioritas riset yang menjadi fokus meliputi:
- Ekonomi kreatif
- Kesehatan dan farmasi
- Pelayanan keagamaan
- Studi keagamaan
- Sosial humaniora
- Sains dan teknologi
- Pendidikan dan bahasa
Seluruh tema diarahkan untuk menghasilkan solusi konkret bagi tantangan nasional, mulai dari inovasi industri hingga penguatan moderasi beragama.
Rektor: Riset Harus Melahirkan Inovasi Digital Berdaya Saing Global
Rektor Aan Jaelani menegaskan bahwa kampus berbasis siber harus menjadi katalisator dalam pengembangan riset berbasis teknologi.
“UIN Siber Cirebon memposisikan diri sebagai katalisator riset digital. Kita tidak hanya mengejar publikasi, tetapi memastikan riset melahirkan inovasi yang meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global,” tegasnya.
PUSPENMA: Riset Harus Turun ke Masyarakat, Bukan Elitis
Senada dengan itu, Kepala PUSPENMA Kemenag RI, Ruchman Basori menekankan perubahan paradigma riset secara fundamental.
“Riset tidak boleh lagi elitis dan berjarak dari realitas. Setiap rupiah dari dana abadi harus menjadi solusi nyata atas problem masyarakat. Kita butuh riset yang relevan dengan isu strategis seperti ekoteologi, moderasi beragama, dan penguatan ekonomi umat,” ujarnya.
Target Luaran: Dari Jurnal Internasional hingga Kebijakan Publik
Program MoRA The AIR Funds menargetkan luaran konkret, antara lain:
- Publikasi pada jurnal internasional bereputasi (Scopus)
- Perolehan Kekayaan Intelektual (KI) non-hak cipta
- Naskah kebijakan publik berbasis riset
Tahapan program dimulai dari pendaftaran proposal pada Maret–April 2026, dilanjutkan seleksi hingga Agustus 2026, dengan implementasi riset dimulai pada Agustus.
Skema pendanaan diberikan secara kompetitif:
- Hingga Rp2 miliar untuk bidang sains, teknologi, dan kesehatan
- Hingga Rp500 juta untuk bidang sosial humaniora dan studi keagamaan
Menuju Ekosistem Riset yang Relevan dan Berkelanjutan
Melalui forum ini, Kementerian Agama RI mengajak seluruh akademisi terbaik untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan, solutif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
FGD MoRA The AIR Funds di Cirebon menjadi penanda bahwa riset di Indonesia kini bergerak melampaui “menara gading”—menuju peran strategis sebagai motor penggerak perubahan, inovasi, dan ketahanan nasional di era global.





