UIN Siber Cirebon (Kesenden) – Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu fokus mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Hal itu terlihat dari program kerja KKN Kelompok 131 yang mengangkat tema “Pelestarian Lingkungan” di Kelurahan Kesenden, Kota Cirebon.
Untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak bagi masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke lokasi KKN. Dalam kegiatan tersebut, salah satu tim LPPM, Mohamad Arifin, berdialog langsung dengan mahasiswa dan menggali berbagai program yang telah dilaksanakan.
Ketua KKN Kelompok 131, Muhammad Aqil, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan KKN, kelompoknya telah menjalankan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat serta berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah gerakan penanaman 320 bibit pohon mangrove di kawasan pantai Kesenden, Kota Cirebon.
Program tersebut dilakukan bersama masyarakat dan dinas terkait sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir.
Tanam 320 Mangrove, Rawat Ekosistem Pesisir
Penanaman ratusan bibit mangrove menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa KKN Kelompok 131 dalam menerjemahkan tema pelestarian lingkungan ke dalam aksi di lapangan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan hanya tentang menanam pohon. Lebih dari itu, penanaman mangrove menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Kawasan pesisir memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting agar kegiatan pelestarian dapat terus berlanjut setelah mahasiswa menyelesaikan program KKN.
Muhammad Aqil menjelaskan, kolaborasi dengan masyarakat dan pihak terkait menjadi salah satu kunci dalam menjalankan program tersebut.
Semangat gotong royong inilah yang membuat kegiatan KKN tidak berhenti pada aktivitas mahasiswa, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan.
Edukasi Pemilahan Sampah Sejak Bangku Sekolah
Selain penanaman mangrove, KKN Kelompok 131 juga menjalankan sosialisasi pemilahan sampah kepada anak-anak sekolah dasar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya memilah sampah dan memahami bahwa tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan.
Edukasi sederhana tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang dibawa anak-anak ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dengan pendekatan edukatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, mahasiswa berupaya menjadikan isu lingkungan lebih mudah dipahami oleh generasi muda.
Monev LPPM: Memastikan KKN Memberikan Dampak
Dalam monitoring dan evaluasi tersebut, Mohamad Arifin menggali informasi secara langsung mengenai perkembangan program, keterlibatan masyarakat, serta berbagai kegiatan yang telah dilakukan KKN Kelompok 131.
Dialog dengan Muhammad Aqil memberikan gambaran bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi telah berupaya mengembangkan program yang sesuai dengan tema KKN dan kebutuhan masyarakat.
Monev menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN karena memberikan ruang bagi LPPM untuk mengetahui perkembangan kegiatan di lapangan sekaligus mendapatkan masukan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa.
Melalui monitoring, program yang telah berjalan dapat dievaluasi, diperkuat, dan diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
Dari KKN untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Kegiatan KKN Kelompok 131 menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan lingkungan di masyarakat.
Menanam mangrove, mengedukasi anak-anak tentang sampah, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat merupakan contoh sederhana bahwa pengabdian dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Lebih jauh, tema pelestarian lingkungan sejalan dengan semangat membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan ekologis.
Melalui KKN, mahasiswa belajar bahwa ilmu yang diperoleh di kampus akan semakin bermakna ketika mampu diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dari Kesenden, mahasiswa KKN Kelompok 131 menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Satu bibit mangrove, satu edukasi tentang sampah, dan satu kolaborasi dengan masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk menjaga bumi.


