UIN Siber Cirebon – SMK Farmasi Muhammadiyah mengawali aktivitas pembelajaran dengan pembiasaan tadarus Al-Qur’an pada pagi hari, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung secara luring tersebut menjadi bagian dari rutinitas sekolah dalam menanamkan nilai religius sekaligus membangun karakter positif peserta didik sebelum memulai proses pembelajaran.
Tadarus pagi diikuti oleh peserta didik dengan didampingi guru dalam suasana tertib dan tenang. Para siswa bersama-sama membaca Al-Qur’an sebelum melanjutkan kegiatan sesuai jadwal pembelajaran masing-masing.
Tadarus Menjadi Bagian dari Budaya Sekolah
Pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kebiasaan keagamaan siswa. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, ketertiban, dan tanggung jawab sebagai bagian dari warga sekolah.
Pelaksanaan tadarus pada pagi hari memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran. Konsistensi dalam menjalankan kegiatan pembiasaan diharapkan dapat membantu peserta didik memahami bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku.
Wakasek Kesiswaan SMK Farmasi Muhammadiyah, Sholikhin, mengatakan pembiasaan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun lingkungan yang religius.
“Kegiatan pembiasaan pagi tadarus Al-Qur’an ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang religius. Kami berharap pembiasaan tadarus ini tidak hanya menjadi rutinitas sebelum pembelajaran dimulai, tetapi juga dapat membentuk kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sholikhin.
Penguatan Karakter melalui Pembiasaan
Kegiatan tadarus menjadi contoh bahwa penguatan karakter dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dilaksanakan secara konsisten. Ketika mengikuti kegiatan secara rutin, siswa dibiasakan untuk hadir tepat waktu, mengikuti kegiatan dengan tertib, serta menjalankan tanggung jawab yang melekat sebagai peserta didik.
Pendampingan guru selama kegiatan juga berperan dalam menjaga keteraturan sekaligus memberikan keteladanan kepada siswa. Nilai religius, kedisiplinan, dan tanggung jawab kemudian dapat berkembang tidak hanya dalam kegiatan tadarus, tetapi juga dalam aktivitas pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa PLP Belajar dari Budaya Sekolah
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa praktikan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mengikuti dan mengamati kegiatan tadarus pagi. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa selama menjalankan PLP di sekolah mitra.
Selain memperoleh pengalaman dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga berkesempatan mengenal berbagai bentuk pembiasaan yang menjadi bagian dari budaya sekolah. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung melalui berbagai aktivitas di lingkungan sekolah, termasuk kegiatan sebelum pembelajaran dimulai.
Bagi mahasiswa PLP, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengamati bagaimana guru mendampingi peserta didik dalam membangun kebiasaan positif secara berkelanjutan.
Selaras dengan Pendidikan Bermutu
Pembiasaan tadarus pagi di SMK Farmasi Muhammadiyah selaras dengan SDG 4: Pendidikan Bermutu, yang menempatkan pendidikan sebagai proses pengembangan peserta didik secara menyeluruh. Nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan karakter siswa.
Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga membantu peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang tertib, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.


