UIN Siber Cirebon – Minat masyarakat terhadap Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Magister (S2) berbasis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah pendaftar Program PJJ S2 PAI telah menembus angka 1.201 pendaftar, menjadikannya salah satu program studi unggulan yang diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Data tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi dan Persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru PJJ S2 PAI Gelombang II yang berlangsung di Gedung Siber Lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin (15/6/2026), pukul 10.00–11.20 WIB.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi PJJ S2 PAI Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Moh. Ali, M.Pd.I., bersama jajaran kepanitiaan penerimaan mahasiswa baru yang telah dibentuk dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi.
Pendaftar Terus Bertambah
Dalam laporan yang disampaikan, tercatat jumlah pendaftar Program PJJ S2 PAI pada Gelombang I mencapai sekitar 800 orang, sedangkan Gelombang II telah mencapai 401 pendaftar, sehingga total keseluruhan hingga saat ini mencapai 1.201 pendaftar dan masih berpotensi bertambah hingga penutupan pendaftaran.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 calon mahasiswa telah mengambil token pendaftaran pada Gelombang II, 171 orang telah melakukan pembayaran biaya pendaftaran, dan 137 peserta telah mencetak kartu ujian sebagai syarat mengikuti seleksi masuk.
Panitia juga telah menetapkan jadwal pelaksanaan seleksi, yakni:
- Technical Meeting: 24 Juni 2026
- Ujian Masuk PJJ S2 PAI: 25 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi: 4 Juli 2026
Selain membahas penerimaan mahasiswa baru, rapat juga mengevaluasi berbagai aspek akademik dan layanan pembelajaran di lingkungan Pascasarjana.
Tingkatkan Mutu Akademik dan Layanan Digital
Dalam rapat tersebut dilaporkan bahwa terdapat 3 mahasiswa yang mendaftar ujian komprehensif, serta 20 mahasiswa Program PJJ S2 PAI yang telah menyelesaikan munaqasyah (sidang tesis) dan direncanakan mengikuti prosesi wisuda secara luring (offline) dalam waktu dekat.
Pada aspek pembelajaran, Program Studi juga tengah melakukan verifikasi laporan pembelajaran dari 20 dosen sebagai persyaratan pengajuan honorarium. Dokumen yang diverifikasi meliputi soal UAS, nilai, absensi, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta modul atau materi pembelajaran.
Untuk mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan akademik, Pascasarjana juga akan menggelar program diklat dan refreshment penggunaan Learning Management System (LMS), DocuSign, serta E-TA (Elektronik Tesis Akademik) bagi dosen maupun mahasiswa.
Dr. Moh. Ali: PJJ S2 PAI Menjadi Solusi Pendidikan Pascasarjana yang Fleksibel dan Berkualitas
Ketua Program Studi PJJ S2 PAI Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Moh. Ali, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan UIN Siber Cirebon.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat terhadap Program PJJ S2 PAI terus meningkat. Saat ini jumlah pendaftar telah mencapai 1.201 orang dan masih berpotensi bertambah. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis digital yang fleksibel, adaptif, dan berkualitas semakin menjadi pilihan masyarakat, khususnya para guru, penyuluh agama, ASN, dan praktisi pendidikan yang ingin melanjutkan studi tanpa meninggalkan aktivitas profesionalnya,” ujar Dr. Moh. Ali.
Ia menambahkan bahwa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen menjaga mutu akademik melalui penguatan sistem pembelajaran digital, peningkatan kompetensi dosen, serta pemanfaatan teknologi pendidikan yang inovatif.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan akademik yang diberikan tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memenuhi standar mutu pendidikan tinggi. Oleh karena itu, berbagai penguatan sistem seperti LMS, DocuSign, dan E-TA terus kami optimalkan untuk mendukung pengalaman belajar yang lebih efektif dan modern,” tambahnya.
Perkuat Posisi UIN Siber Cirebon sebagai Kampus Digital Berkelas Nasional
Tingginya minat masyarakat terhadap Program PJJ S2 PAI menjadi indikator kuat bahwa transformasi pendidikan tinggi berbasis digital yang dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
Sebagai PTKIN Siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas melalui berbagai program pembelajaran berbasis teknologi yang mampu menjangkau mahasiswa dari berbagai wilayah Nusantara.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan sistem digital yang terus diperkuat, Program PJJ S2 PAI diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan di era transformasi digital.


