UIN Siber Cirebon (Kanci Kulon) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN di Desa Kanci Kulon, Kabupaten Cirebon, Jumat (7/8/2026). Tim Monev LPPM yang diwakili Mohamad Arifin turun langsung untuk melihat perkembangan program kerja mahasiswa sekaligus berdialog dengan peserta KKN.
Dalam kegiatan tersebut, Mohamad Arifin berdiskusi dengan Roan Adinata, Ketua Kelompok KKN 13. Kelompok yang mengusung tema “Penguatan Literasi” ini beranggotakan 15 mahasiswa yang menjalankan sejumlah program pendidikan dan keagamaan bersama masyarakat.
Pelita Baca Hadir di Sekolah
Roan Adinata menjelaskan bahwa salah satu program unggulan Kelompok KKN 13 adalah Pelita Baca. Program ini diarahkan untuk meningkatkan minat baca dan membangun kebiasaan belajar anak-anak di lingkungan Desa Kanci Kulon.
Pelita Baca telah dilaksanakan di dua sekolah, yaitu:
- SDN 1 Kanci Kulon
- SDN 2 Kanci Kulon
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan aktivitas literasi yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Program ini diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan membaca sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap berbagai pengetahuan.
“Kami ingin program literasi tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak perlu memiliki ruang untuk membaca, berdiskusi, dan belajar dengan suasana yang menyenangkan,” jelas Roan.
Pelita Al-Qur’an Perkuat Literasi Keagamaan
Selain literasi umum, Kelompok KKN 13 juga mengembangkan Pelita Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan literasi keagamaan masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan di sejumlah lembaga pendidikan dan keagamaan, yaitu:
- Assahlan
- Fattahussalam
- At-Tauhid
- Madrasah Ihya Ulumuddin
Kegiatan Pelita Al-Qur’an menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mendukung kegiatan pendidikan keagamaan di Desa Kanci Kulon.
Program ini menunjukkan bahwa literasi yang dikembangkan mahasiswa KKN tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan memperoleh informasi, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai keagamaan dan karakter.
Pelita Masjid, Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan Ibadah
Semangat pengabdian Kelompok KKN 13 juga diwujudkan melalui program Pelita Masjid, salah satunya melalui GMB (Gerakan Masjid Bersih).
Program tersebut telah dilaksanakan di:
- Masjid At-Tauhid
- Masjid Syekh Hilal Abu Zaid Al-Kharits
Mahasiswa bersama masyarakat melakukan kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan masjid. Gerakan ini menjadi bentuk sederhana tetapi nyata dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah.
Melalui GMB, mahasiswa tidak hanya mengajak masyarakat menjaga kebersihan masjid, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih merupakan bagian dari kenyamanan beribadah dan kehidupan bermasyarakat.
Monev Bukan Sekadar Evaluasi
Bagi LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar memeriksa pelaksanaan administrasi KKN. Monev menjadi ruang untuk mendengarkan pengalaman mahasiswa, mengidentifikasi kendala, melihat capaian program, sekaligus memberikan masukan agar kegiatan pengabdian semakin tepat sasaran.
Mohamad Arifin menilai program Kelompok KKN 13 menunjukkan upaya mahasiswa dalam menerjemahkan tema Penguatan Literasi ke dalam kegiatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Program yang baik adalah program yang hadir dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, melalui monev kami ingin melihat bagaimana mahasiswa menjalankan program, apa tantangannya, dan sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mohamad Arifin.
Ia menambahkan, kombinasi antara Pelita Baca, Pelita Al-Qur’an, dan Pelita Masjid menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dilakukan secara luas, mulai dari pendidikan, keagamaan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
KKN Mendorong Masyarakat Semakin Berdaya
Kegiatan Kelompok KKN 13 di Desa Kanci Kulon menjadi gambaran bahwa pengabdian mahasiswa dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang memiliki dampak langsung.
Dari sekolah, mahasiswa menghidupkan budaya membaca. Di lembaga keagamaan, mereka ikut memperkuat literasi Al-Qur’an. Sementara di masjid, mahasiswa mengajak masyarakat membangun budaya hidup bersih.
Rangkaian program tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir. Dengan demikian, manfaat KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan.
Melalui Monev KKN 2026, LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat semangat “Kampus Berdampak”, yaitu menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam menyelesaikan persoalan dan mengembangkan potensi masyarakat.
Dari membaca, mengaji, hingga menjaga kebersihan masjid, KKN 13 membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.


