UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membekali masyarakat Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, dengan kemampuan menghadapi tantangan ruang digital melalui Seminar Literasi Digital bertajuk “Literasi Digital: Membangun Generasi Cerdas, Kritis, dan Beretika di Era Digital”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) tersebut berlangsung di Sanggar Seni Pa Toman, RW 04, Desa Klayan.
Seminar menghadirkan Dr. Hamzah Fansuri, S.H., M.H., C.GMC., C.PS., C.MTR., C.NEG. sebagai narasumber dan Nalatul Ulwiyah sebagai moderator. Kegiatan menjadi salah satu program pengabdian KKN Kelompok 37 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan teknologi secara cerdas, kritis, aman, dan bertanggung jawab.
Di tengah semakin dekatnya teknologi dan media sosial dengan kehidupan sehari-hari, literasi digital tidak lagi cukup dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat atau mengakses internet. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memilah informasi, mengenali risiko digital, menjaga keamanan data pribadi, serta memahami etika ketika berinteraksi di ruang digital.
Melek Digital Bukan Sekadar Bisa Menggunakan Teknologi
Dalam pemaparannya, Dr. Hamzah Fansuri menjelaskan bahwa literasi digital mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, hingga membagikan informasi secara bertanggung jawab. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat berhadapan dengan arus informasi yang sangat cepat dan beragam.
Peserta diperkenalkan dengan empat pilar literasi digital, yaitu digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Keempatnya menjadi landasan agar masyarakat tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap aktivitas yang dilakukan di ruang digital.
Materi juga mengajak peserta mengembangkan kemampuan berpikir kritis ketika menerima informasi. Masyarakat didorong untuk tidak langsung percaya terhadap informasi yang beredar, melainkan memeriksa sumber, validitas data, bukti, serta kredibilitas media sebelum mengambil keputusan ataupun membagikannya kepada orang lain.
“Think Before You Share”, Saring Informasi Sebelum Membagikan
Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam seminar adalah “Think Before You Share”. Pesan tersebut mengajak masyarakat untuk membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi di media sosial maupun platform digital lainnya.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai ancaman yang dapat muncul di ruang digital, seperti hoaks dan disinformasi, phishing dan penipuan daring, cyberbullying, hingga ujaran kebencian. Selain itu, keamanan data pribadi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Narasumber menekankan bahwa setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan dapat menjadi bagian dari jejak digital. Karena itu, pengguna perlu mempertimbangkan dampak dari aktivitasnya dan memastikan bahwa konten yang dibagikan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Seminar berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Peserta turut membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk keamanan data pribadi, penyebaran hoaks, etika bermedia sosial, serta perkembangan Artificial Intelligence (AI).
DPL: Teknologi Harus Diiringi Etika dan Tanggung Jawab
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 37, Sigit Santoso, M.Hum., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan seminar yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami etika dan tanggung jawab di ruang digital.
“Perkembangan teknologi menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan. Melalui seminar ini, kami berharap masyarakat Desa Klayan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi masyarakat yang kritis, bijak, dan beretika dalam memanfaatkan ruang digital. Inilah salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua KKN Kelompok 37, Ari Rifqi, mengatakan bahwa seminar tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap semakin pentingnya kemampuan literasi digital di tengah kehidupan masyarakat.
“Kami melihat bahwa penggunaan media digital saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Harapan kami, seminar ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya digital yang sehat di Desa Klayan,” ungkapnya.
Menurut Ari, literasi digital perlu ditempatkan sebagai bagian dari kecakapan hidup masyarakat. Dengan kemampuan tersebut, teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih produktif, tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, berkarya, dan mengembangkan potensi masyarakat.
Dari Seminar Menuju Budaya Digital yang Lebih Sehat
Ketua Pelaksana Seminar, Zahra Aulia Suwandi, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti setelah kegiatan seminar selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber, pemerintah desa, seluruh peserta, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar ini. Besar harapan kami agar ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di ruang seminar, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 37 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap masyarakat Desa Klayan semakin mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan sikap yang kritis dan bertanggung jawab. Penguatan literasi digital juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali informasi yang valid, menjaga keamanan data, serta membangun komunikasi yang sehat di ruang digital.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan literasi digital masyarakat. Penguatan kecakapan digital juga mendukung terciptanya masyarakat yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.
Dengan bekal literasi digital yang memadai, masyarakat tidak hanya diharapkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi warga digital yang cerdas, kritis, aman, dan beretika. Semangat tersebut menjadi langkah penting untuk membangun budaya digital yang sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Klayan secara berkelanjutan.


