UIN Siber Cirebon (Kemenag) — Dalam rangka meningkatkan kapasitas komunikasi publik dan memperkuat hubungan antar pemangku kepentingan, perwakilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan Humas Level Up pertemuan ke-5 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema “Stakeholder Relations: Relasi Kuat untuk Komunikasi Efektif” dengan menghadirkan narasumber Dodo Murtado serta dimoderatori oleh Arif Efendi. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara daring pukul 13.30–15.30 WIB melalui metode interaktif yang mendorong partisipasi aktif peserta.
Komunikasi Publik sebagai Kebutuhan Strategis
Di tengah derasnya arus informasi, disinformasi, hingga potensi krisis komunikasi, kebutuhan akan pengelolaan komunikasi publik pemerintah menjadi semakin krusial. Humas tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan kualitas layanan informasi yang akurat dan kredibel.
Dalam konteks ini, SDM kehumasan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, terbuka terhadap pembelajaran, adaptif terhadap perubahan, serta mampu melakukan inovasi berkelanjutan dalam menjalankan tugasnya.
Humas Level Up sebagai Wadah Pembelajaran Nasional
Program Humas Level Up merupakan pelatihan bagi SDM kehumasan Kementerian Agama di seluruh Indonesia yang bertujuan meningkatkan kompetensi sebagai humas pemerintah. Melalui pendekatan interaktif berbasis studi kasus dan simulasi, peserta didorong untuk menghasilkan produk kerja yang relevan dan aplikatif.
Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik terbaik (best practices), memperkuat jejaring kerja, serta mendorong kolaborasi antarinstansi. Dengan demikian, setiap peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan teknis dalam menjalankan fungsi kehumasan secara profesional.
Penguatan Strategi Stakeholder Relations
Dalam sesi materi, Dodo Murtado menekankan bahwa komunikasi antarlembaga harus dibangun secara strategis, tidak sekadar koordinasi, tetapi juga menciptakan relasi berbasis kepercayaan, kesetaraan, dan kepentingan bersama. Pendekatan komunikasi dua arah (two-way symmetrical) menjadi kunci dalam membangun mutual understanding yang berkelanjutan.
Peserta juga dibekali pemahaman terkait strategi membangun hubungan dengan media dan stakeholder, teknik komunikasi efektif, serta pentingnya konsistensi dalam menjaga citra dan reputasi institusi. Selain itu, pemetaan stakeholder, komunikasi proaktif, transparansi informasi, serta pendekatan kolaboratif menjadi bagian penting dalam pengelolaan komunikasi modern.
Tantangan dan Peran Strategis Humas
Berbagai tantangan komunikasi turut dibahas, seperti ego sektoral, perbedaan kepentingan, kompleksitas birokrasi, hingga kurangnya integrasi data. Oleh karena itu, insan humas dituntut mampu menghadirkan komunikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun kepercayaan dan sinergi antar pihak.
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kapasitas, Mohamad Arifin dan Amelia Ayu Lestari turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini bersama ratusan insan humas dari berbagai satuan kerja. Keikutsertaan tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan dalam memperkuat kompetensi komunikasi serta memperluas jejaring kolaborasi di tingkat nasional.


