UIN Siber Cirebon (Kuningan) — Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik terus diperkuat oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sinkronisasi dan Optimalisasi Pengisian Eviden Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (20–22 April 2026), bertempat di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan.
BIMTEK ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidang keterbukaan informasi publik, yakni Dr. H. Syafrudin, M.Pd., Siti Ajijah, S.H.,M.H., dan Remo Bima Yudha. Kegiatan diikuti oleh sekitar 85 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga Tim PPID dari seluruh unit kerja.
Perkuat Kesiapan Hadapi E-Monev KIP 2026
Kepala Biro AKU sekaligus Ketua PPID Utama universitas, Dr. H. Susari, MA., dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki urgensi tinggi dalam mendukung tata kelola informasi publik yang berkualitas.
“Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 85 peserta dari seluruh unsur pimpinan dan unit kerja. Ini menunjukkan komitmen kuat kita bersama dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama BIMTEK ini adalah untuk menyinkronkan pemahaman serta mengoptimalkan pengisian eviden pada website PPID sebagai bagian penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik.
“Saat ini, PPID tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga menjadi indikator utama dalam penilaian kinerja kelembagaan, khususnya dalam menghadapi E-Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026,” tegasnya.
Rektor: Keterbukaan Informasi Adalah Wajah Tata Kelola Kampus
Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang juga bertindak sebagai Atasan PPID, secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan strategis.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik kini telah menjadi indikator utama tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance).
“Transparansi, akuntabilitas, dan aksesibilitas informasi adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kita,” ujarnya.
Sebagai Cyber Islamic University, lanjutnya, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dituntut adaptif dalam pengelolaan informasi berbasis teknologi, sehingga optimalisasi website PPID menjadi sangat strategis.
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unit kerja dalam pengelolaan PPID.
“Pengelolaan PPID bukan hanya tanggung jawab satu unit, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh unit kerja. Setiap data dan informasi harus terdokumentasi dengan baik, dapat dipertanggungjawabkan, dan mudah diakses,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pelayanan keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban sebagai badan publik.
“Memaksimalkan pelayanan keterbukaan informasi publik adalah kewajiban kita bersama. Adapun capaian hasil maksimal, termasuk dalam E-Monev KIP, sejatinya adalah bonus dari ikhtiar dan kerja kolektif yang kita lakukan secara konsisten,” tambahnya.
Bangun Budaya Transparansi dan Transformasi Digital
Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan kapasitas teknis peserta, tetapi juga tumbuh kesadaran bersama bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian dari budaya kerja institusi.
BIMTEK ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat reputasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi yang adaptif, transparan, dan unggul dalam transformasi digital berbasis layanan publik.
Dengan sinergi seluruh unit kerja, optimalisasi PPID diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas layanan informasi, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong capaian terbaik dalam E-Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026.








