UIN Siber Cirebon (Kuningan) — Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat keterbukaan informasi publik kembali ditegaskan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sinkronisasi dan Optimalisasi Pengisian Eviden Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (20–22 April 2026), bertempat di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan.
Sebanyak 85 peserta dari berbagai unsur pimpinan universitas turut ambil bagian, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga Tim PPID dari seluruh unit kerja. Hal ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun tata kelola informasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Memasuki sesi pertama, kegiatan dipandu oleh Koordinator PPID Pelaksana Universitas sekaligus Pranata Humas Ahli Muda, Mohamad Arifin, yang mengarahkan jalannya forum secara interaktif dan dinamis.
Penguatan Kebijakan dan Standarisasi PPID
Pada sesi awal, narasumber Dr. H. Syafrudin, M.Pd., selaku praktisi PPID dan informasi publik, menyampaikan materi terkait kebijakan keterbukaan informasi publik sekaligus menegaskan posisi strategis PPID dalam tata kelola kelembagaan modern.
Ia menekankan bahwa PPID tidak hanya berperan sebagai penyedia data dan informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan informasi yang responsif dan terpercaya kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Syafrudin mengulas substansi KMA Nomor 1518 Tahun 2025 sebagai regulasi penting dalam penguatan sistem keterbukaan informasi di lingkungan Kementerian Agama.
“Penyeragaman website PPID di bawah Kementerian Agama menjadi langkah strategis untuk memastikan standar layanan informasi yang seragam, mudah diakses, dan berkualitas di seluruh satuan kerja,” ungkapnya.
Diskusi Interaktif dan Penguatan Kapasitas
Suasana BIMTEK semakin hidup dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pengelolaan konten website PPID, kelengkapan eviden, hingga tantangan implementasi di masing-masing unit kerja.
Antusiasme ini menunjukkan meningkatnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai bagian integral dari good university governance.
Dorong Transformasi Digital dan Budaya Transparansi
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya transparansi yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
BIMTEK ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat sinergi antar unit kerja, serta mempersiapkan diri secara optimal dalam menghadapi E-Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026.
Dengan langkah progresif ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin optimistis mampu menghadirkan layanan informasi publik yang terbuka, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi—sejalan dengan visinya sebagai perguruan tinggi Islam berbasis siber yang unggul dan berdaya saing global.





