UIN Siber Cirebon – Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertema “Strengthening Human Resource Capacity and Digital Innovation for Sustainable SMEs in Cirebon”.
Kegiatan yang menghadirkan Princess G. Cole, pakar Human Resource Management (HRM) asal Filipina, ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi akademik sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Kegiatan diikuti oleh dosen, mahasiswa, pelaku UMKM, serta berbagai stakeholder yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi berbasis inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan.
Perkuat Daya Saing UMKM Melalui SDM dan Transformasi Digital
Dalam paparannya, Princess G. Cole menjelaskan bahwa tantangan terbesar UMKM saat ini bukan hanya persoalan modal dan pemasaran, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat.
Menurutnya, transformasi digital harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi SDM agar mampu menciptakan inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memperluas akses pasar secara berkelanjutan.
“Sustainable SMEs require sustainable people. Technology can accelerate growth, but human capacity, ethics, and continuous learning are the real drivers of long-term success,” ujar Princess G. Cole.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, budaya inovasi, literasi digital, serta penguatan nilai-nilai etika dalam membangun bisnis yang mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global.
Jurusan Perbankan Syariah Dorong Hilirisasi Keilmuan untuk Masyarakat
Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Wartoyo, M.S.I., menyampaikan bahwa kegiatan PkM Internasional ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.
Menurut mereka, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam penguatan UMKM di era digital.
“Kegiatan ini sangat strategis karena mempertemukan perspektif akademik internasional dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM di daerah. Kami ingin mendorong lahirnya pelaku usaha yang tidak hanya tangguh secara ekonomi, tetapi juga memiliki kapasitas SDM yang unggul dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ungkap Prof. Wartoyo.
Prof. Wartoyo menambahkan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM agar mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
“Melalui PkM Internasional ini, kami ingin menghadirkan transfer pengetahuan dan pengalaman global yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas jaringan bisnis berbasis teknologi digital,” ujarnya.
FEBI Perkuat Kolaborasi Global untuk Kemajuan Masyarakat
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Layaman, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi fakultas dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pembangunan ekonomi masa depan yang menempatkan SDM unggul dan inovasi digital sebagai faktor utama pertumbuhan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar mampu menghadapi tantangan ekonomi digital secara lebih adaptif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan SDM dan inovasi bisnis berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh institusi dan masyarakat secara luas melalui terbentuknya jejaring kolaborasi yang lebih kuat antara dunia akademik dan dunia usaha.
Dekan FEBI: PkM Internasional Harus Berdampak Nyata bagi Stakeholder
Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., menegaskan bahwa esensi dari Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bukan sekadar menghadirkan narasumber dari luar negeri, tetapi memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dibagikan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dari transformasi FEBI sebagai fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif membangun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“PkM Internasional harus menghasilkan manfaat yang konkret bagi stakeholder. Kehadiran pakar internasional seperti Princess G. Cole menjadi peluang besar untuk memperkaya wawasan, memperkuat kapasitas SDM, serta mendorong lahirnya inovasi yang dapat meningkatkan daya saing UMKM di era digital,” tegas Dr. Didi Sukardi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah masa depan harus ditopang oleh sumber daya manusia yang profesional, inovatif, berintegritas, dan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
“FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah yang berdampak. Kami ingin setiap kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan bangsa,” tambahnya.
Menginspirasi UMKM Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan posisinya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan global sekaligus konsisten mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, etika, dan nilai-nilai keislaman dalam setiap program yang dijalankan.
Semangat kolaborasi internasional yang dibangun diharapkan mampu melahirkan UMKM yang lebih kuat, berdaya saing, serta mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
“Masa depan UMKM tidak ditentukan oleh seberapa besar usaha yang dimiliki, tetapi oleh seberapa besar kemauan untuk belajar, berinovasi, dan beradaptasi terhadap perubahan.”
Kontribusi terhadap SDGs
Kegiatan ini mendukung pencapaian:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
- SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
- SDG 10 – Mengurangi Kesenjangan
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


