UIN Siber Cirebon — Belajar tentang masyarakat tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Bagi mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kejaksan menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas kehidupan masyarakat.(14/9/26).
Melalui PPL tersebut, mahasiswa tidak hanya mengamati aktivitas lembaga, tetapi juga belajar memahami pola pelayanan publik, persoalan keagamaan, serta dinamika sosial yang hadir di tengah masyarakat. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.
Kegiatan PPL dilaksanakan di KUA Kecamatan Kejaksan dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Fuad Nawawi, M.Ud. dan Pamong Wahyu Krisanto Maulana, S.Ag. Adapun mahasiswa yang mengikuti kegiatan terdiri atas Koordinator Lapangan Didin Kamaludin, bersama Shotya Widi Hastuti, Siti Nurazizah, Isep Supriana, dan Muhamad Mukhyar sebagai anggota.
Belajar Pelayanan Keagamaan dari Dekat
Selama berada di lingkungan KUA, mahasiswa memperoleh kesempatan melihat secara langsung proses pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Salah satunya melalui bidang administrasi dan pelayanan kepenghuluan, termasuk pencatatan perkawinan dan rujuk.
Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar bahwa pelayanan publik membutuhkan ketelitian, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.
Pengalaman lainnya diperoleh melalui bidang Bimbingan Masyarakat Islam. Mahasiswa mengenal berbagai bentuk pembinaan yang berkaitan dengan keluarga sakinah, konsultasi keagamaan, dan kemaslahatan umat.
Interaksi dengan masyarakat menunjukkan bahwa persoalan keagamaan sering kali berkaitan erat dengan persoalan sosial dan kehidupan keluarga. Kondisi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa AFI untuk melihat persoalan manusia secara lebih utuh dan kontekstual.
Memahami Zakat, Wakaf, dan Moderasi Beragama
PPL juga memperkenalkan mahasiswa pada bidang zakat dan wakaf (Zawa). Melalui bidang ini, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang pengelolaan dan pencatatan wakaf serta potensi pemberdayaan zakat dan wakaf dalam mendukung kemaslahatan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa mempelajari pentingnya kerukunan umat beragama dan moderasi beragama. Keragaman sosial di lingkungan kecamatan membutuhkan komunikasi, sikap saling menghargai, dan keterbukaan agar perbedaan dapat menjadi kekuatan dalam kehidupan bersama.
Bagi mahasiswa AFI, pengalaman tersebut memiliki relevansi kuat dengan pembelajaran di perguruan tinggi. Kajian keislaman dan filsafat yang selama ini dipelajari secara akademik dapat dilihat dalam konteks nyata, terutama ketika berhadapan dengan persoalan manusia, nilai, pilihan hidup, dan hubungan sosial.
Dari Teori Menuju Pengalaman Nyata
Koordinator Lapangan Didin Kamaludin bersama anggota kelompok melihat PPL sebagai bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan teoritis, tetapi juga mampu membaca persoalan masyarakat secara kontekstual.
Rangkaian kegiatan tersebut mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, memahami kebutuhan masyarakat, serta menyesuaikan pengetahuan dengan kondisi di lapangan.
Pada akhirnya, PPL mahasiswa AFI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di KUA Kecamatan Kejaksan menjadi ruang perjumpaan antara kampus, lembaga pelayanan publik, dan masyarakat.
Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar bahwa ilmu tidak berhenti pada pengetahuan di bangku kuliah. Ilmu akan semakin bermakna ketika mampu digunakan untuk membaca realitas, memahami kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kehidupan bersama.


