UIN Siber Cirebon (Malaysia) — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat langkah internasionalisasi dan peningkatan mutu akademik. Kali ini, FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membangun kolaborasi tripartit bersama mahasiswa University of Jordan dan Mu’tah University, Yordania melalui program Joint Practicum dan Networking Session yang berlangsung di Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) pada 15 September 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperluas jejaring akademik global, khususnya di bidang psikologi, bimbingan dan konseling Islam, serta komunikasi dakwah. Kolaborasi Indonesia–Yordania–Malaysia tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman praktik profesional, hingga peluang riset dan publikasi bersama.
Empat Mahasiswa FDKI UIN Siber Cirebon Ikuti Kolaborasi Internasional
FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengirimkan empat mahasiswa dari lintas program studi, yaitu Gina Nurani dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Alisiah dari Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Nayla Nathania Zahra Hisyam dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, serta Ahmad Fadhaillah Nabhan Al-Hamadi dari Program Studi Sosiologi Agama.
Delegasi didampingi Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, yang bertindak sebagai supervisor akademik.
Sementara itu, mahasiswa dari University of Jordan dan Mu’tah University berasal dari Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah, dan Fakultas Syariah.
Joint Practicum, Belajar Konseling dalam Perspektif Lintas Budaya
Agenda pertama adalah Joint Practicum, yaitu praktik lapangan bersama mahasiswa dari tiga negara dalam layanan konseling pendidikan dan bimbingan keagamaan di lembaga mitra PEKA.
Kegiatan mencakup observasi, asesmen konseling, hingga penyusunan program intervensi dengan pendekatan lintas budaya. Praktikum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji relevansi teori konseling Islam dan psikologi modern dalam konteks masyarakat multikultural.
Agenda berikutnya, Networking Session, menghadirkan pengurus PEKA dan dosen dari ketiga universitas. Sesi tersebut diisi dengan diskusi panel akademik, pemetaan potensi riset kolaboratif, serta peluang publikasi ilmiah.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah “Penguatan Peran Konselor dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental dan Transformasi Digital di Dunia Pendidikan.”
Peserta juga melakukan institutional visit ke perguruan tinggi mitra PEKA untuk melakukan benchmarking kurikulum, sistem akreditasi, serta tata kelola organisasi profesi konselor.
Menjadi Bagian dari Roadmap Akreditasi Unggul
Dekan FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon , Dr. Naila Farah, M.Ag., menegaskan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan bagian dari roadmap fakultas menuju akreditasi unggul.
“Melalui Joint Practicum dan Networking Session ini, kami tidak hanya mengirim mahasiswa untuk belajar, tetapi juga untuk berkontribusi. Kolaborasi dengan University of Jordan dan Mu’tah University menjadi jembatan ilmiah untuk mengembangkan model konseling Islam yang responsif terhadap isu global,” tegasnya.
Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap capaian pembelajaran mahasiswa.
“Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik di dua kultur berbeda. Ini memperkuat kompetensi profesional, kemampuan adaptasi lintas budaya, dan literasi global mereka. Secara kelembagaan, ini menjadi bukti implementasi kerja sama internasional yang terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pihak PEKA menyambut positif kolaborasi Indonesia–Yordania–Malaysia tersebut dan menilai sinergi ketiga negara memiliki potensi besar dalam pengembangan standar profesi konselor di tingkat regional.
Melalui program ini, FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk menjadi fakultas yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik melalui jejaring internasional.





