Opini Pojok Rektor SDGs
Home » Pos » Opini » Transformasi Digital dan Budaya Keberlanjutan

Transformasi Digital dan Budaya Keberlanjutan

Transformasi Digital dan Budaya Keberlanjutan

UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) — Ada satu hal penting yang saya tangkap dari pelaksanaan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 15 September 2026: keberlanjutan perguruan tinggi tidak boleh dipahami hanya sebagai persoalan lingkungan.

Kampus berkelanjutan adalah tentang bagaimana kita membangun sistem yang mampu menghubungkan manusia, tata kelola, teknologi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu gerak yang saling menguatkan.

Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pemikiran tersebut sangat relevan. Sebagai perguruan tinggi Islam yang mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis digital, kami memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk menunjukkan bahwa transformasi digital dapat berjalan beriringan dengan agenda keberlanjutan.

Pada UI GreenMetric 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperoleh Three (3) Trees Rating atau 3 dari 5 Trees Rating. Sebelumnya, pada 28 Juli 2026, kami juga menerima Certificate of Compliance karena telah memenuhi tujuh kriteria UI GreenMetric melalui berbagai program keberlanjutan yang dijalankan pada 2026.

Bagi saya, capaian tersebut bukan sekadar angka atau simbol penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa perjalanan kita baru dimulai.

PPL di Kemenag, Mahasiswa KPI UIN Siber Cirebon Buktikan Siap Kerja

Green Campus Bukan Sekadar Penghijauan

Kita sering membayangkan kampus hijau sebagai kampus dengan banyak pepohonan, taman yang rindang, pengelolaan sampah yang baik, atau bangunan yang hemat energi. Semua itu penting. Namun, kampus berkelanjutan harus lebih dari sekadar tampilan fisik.

Green Campus harus menjadi budaya dan sistem kerja kelembagaan.

Artinya, nilai keberlanjutan harus hadir dalam cara kita mengambil keputusan, mengelola sumber daya, mendidik mahasiswa, mengembangkan penelitian, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, hingga mempertanggungjawabkan kinerja kepada publik.

Inilah mengapa tata kelola berbasis data menjadi sangat penting.

Data bukan sekadar kebutuhan pelaporan. Data harus menjadi dasar untuk memahami kondisi, menentukan prioritas, mengukur capaian, dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan data yang baik, keberlanjutan dapat dikelola secara terukur, bukan hanya berdasarkan asumsi.

FDKI UIN Siber Cirebon Perkuat Internasionalisasi Lewat Kolaborasi Indonesia–Yordania–Malaysia

Digitalisasi Harus Menghasilkan Dampak

Sebagai UIN Siber, transformasi digital merupakan bagian penting dari identitas dan arah pengembangan universitas.

Namun, digitalisasi tidak boleh berhenti pada penggunaan aplikasi, perangkat, atau sistem informasi. Teknologi harus memberikan nilai tambah bagi tata kelola dan kehidupan akademik.

Karena itu, kita perlu membangun integrasi antara people, process, dan technology.

People berarti menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kepemimpinan, dan budaya kerja yang adaptif. Process berarti membangun tata kerja yang efektif, efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil. Sementara technology menjadi pengungkit agar seluruh proses tersebut dapat berjalan lebih cepat, transparan, aman, dan terukur.

Jika ketiganya berjalan bersama, transformasi digital tidak hanya membuat kampus semakin modern, tetapi juga semakin bertanggung jawab.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih 3 Trees Rating UI GreenMetric 2026, Teguhkan Komitmen Menuju Islamic Green Cyber University

Dari 3 Trees Rating Menuju Langkah Lebih Jauh

Saya memandang 3 Trees Rating UI GreenMetric 2026 sebagai energi baru bagi seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kami tidak ingin menjadikan capaian ini sebagai titik akhir. Justru sebaliknya, penghargaan ini harus mendorong kita untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu diperkuat.

Apalagi, partisipasi perguruan tinggi dalam UI GreenMetric terus berkembang. Dari 27 perguruan tinggi pada 2010, pada 2026 jumlah peserta telah mencapai 217 perguruan tinggi yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan semakin menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan tinggi Indonesia.

Di lingkungan perguruan tinggi Islam, semangat tersebut juga harus kita jawab dengan pendekatan yang khas. Nilai-nilai Islam mengajarkan tanggung jawab manusia untuk menjaga kehidupan, lingkungan, dan kemaslahatan bersama. Karena itu, agenda green campus bagi UIN Siber Cirebon bukan sekadar mengikuti tren global, tetapi dapat menjadi bagian dari pengamalan nilai keislaman dalam kehidupan akademik.

Menuju Islamic Green Cyber University

Ke depan, saya ingin UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus bergerak menuju konsep Islamic Green Cyber University.

Kita ingin membangun kampus Islam berbasis teknologi yang unggul secara akademik, kuat dalam tata kelola, adaptif terhadap perubahan, sekaligus memiliki kepedulian ekologis dan sosial.

Pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, digitalisasi, SDGs, dan keberlanjutan harus kita letakkan dalam satu ekosistem. Kampus juga harus menjadi living laboratory, tempat mahasiswa dan dosen belajar sekaligus mengembangkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kampus berkelanjutan bukan hanya berapa tinggi peringkat yang kita raih. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar perubahan yang mampu kita ciptakan.

Jika teknologi membuat layanan lebih baik, data membuat keputusan lebih tepat, pendidikan melahirkan generasi yang peduli, penelitian menghasilkan solusi, dan pengabdian memberikan manfaat kepada masyarakat, maka di situlah keberlanjutan menemukan maknanya.

Tiga pohon hari ini bukan tujuan akhir. Ia adalah awal dari hutan keberlanjutan yang ingin kita tumbuhkan bersama.

Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kita ingin membuktikan bahwa kampus digital dan kampus hijau bukan dua pilihan yang berbeda. Keduanya dapat tumbuh bersama untuk melahirkan kampus Islam yang cerdas, hijau, inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.

Oleh: Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Pos Terbaru