UIN Siber Cirebon (Balikpapan, Kalimantan Timur) – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan, pengembangan keilmuan, dan jejaring akademik nasional melalui keikutsertaan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Pertemuan Nasional Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam Se-Indonesia (P2MI) Tahun 2026 yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kegiatan bergengsi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) PTKIN Se-Indonesia Tahun 2026, yang mempertemukan para dekan, ketua program studi, akademisi, peneliti, serta pengurus asosiasi keilmuan rumpun dakwah dan komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.
Dalam forum nasional tersebut, Ketua dan Sekretaris Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Turasih, M.Si., dan Istiqomah, MA., hadir sebagai delegasi yang mewakili institusi untuk berkontribusi dalam berbagai agenda strategis pengembangan keilmuan PMI di tingkat nasional.
Bahas Masa Depan Keilmuan PMI di Era Transformasi Sosial
Munas P2MI 2026 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pengembangan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam di Indonesia. Berbagai isu strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis PMI, penguatan paradigma keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam, penyusunan program kerja P2MI periode 2026–2030, hingga pemilihan kepengurusan baru P2MI.
Selain itu, forum ini juga menjadi ruang kolaboratif bagi para akademisi untuk berbagi pengalaman, praktik baik, inovasi pembelajaran, serta strategi penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan sosial kontemporer.
Menurut Turasih, Munas P2MI bukan sekadar agenda organisasi profesi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan pemberdayaan masyarakat di era digital dan perubahan sosial yang semakin dinamis.
“Munas P2MI 2026 menjadi forum yang sangat penting untuk memperkuat arah pengembangan keilmuan PMI di Indonesia. Melalui forum ini, kami dapat bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta merumuskan berbagai strategi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Turasih.
Perkuat Kolaborasi dan Pengabdian Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Lebih lanjut, Turasih menjelaskan bahwa hasil-hasil yang diperoleh dari Munas P2MI akan menjadi pijakan penting bagi Program Studi PMI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan kurikulum yang lebih adaptif, memperkuat jejaring akademik, serta meningkatkan kualitas lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi yang terbangun melalui P2MI dapat melahirkan berbagai program bersama, riset kolaboratif, pertukaran akademik, hingga inovasi pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas. Ini sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki sensitivitas sosial yang tinggi,” tambahnya.
Keikutsertaan Prodi PMI dalam forum nasional ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pembangunan masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Komitmen UIN Siber Cirebon Membangun Masyarakat Berdaya
Sementara Istiqomah menambahkan, sebagai perguruan tinggi Islam berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong penguatan tridarma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, kampus berkomitmen melahirkan agen-agen perubahan yang mampu menginisiasi transformasi sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan berbasis kearifan lokal.
Partisipasi aktif dalam Munas P2MI 2026 menjadi bukti bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mengambil peran strategis dalam pengembangan keilmuan dan praktik pemberdayaan masyarakat Islam di tingkat nasional.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, Prodi PMI FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, berdaya, dan berkelanjutan menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan.




