CIREBON – Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memberikan pesan mendalam sekaligus motivasi kepada para peserta dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Praktik Manasik. Kegiatan ini dirancang secara khusus bukan hanya sekadar penyampaian teori, melainkan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis ibadah yang dilaksanakan secara mandiri, tertib, dan sesuai dengan syariat Islam. Kegiatan ini dilaksanakan melalui canal Zoom Meeting. (05-06-2026)
Pada awal kegiatan, Rektor memberikan arahan dan dorongan semangat kepada seluruh peserta. Beliau menganjurkan agar rangkaian manasik ini diikuti dengan penuh keikhlasan dan khusyu, sehingga nilai-nilai spiritual dari kegiatan tersebut dapat diserap dengan maksimal.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi komprehensif dari pembimbing dan pendamping masing-masing kelompok. Adapun rincian materi yang disampaikan meliputi:
-
Pra Haji: Membahas tahapan pendaftaran, persiapan, dan proses keberangkatan Haji atau Umroh.
-
Fiqh Haji dan Umroh: Mencakup penjelasan mengenai dasar hukum haji dan umroh, syarat rukun, wajib haji, hingga larangan-larangan saat berihram.
-
Fadhoil Hajji wal Umroh: Membahas tentang berbagai keutamaan dan makna mendalam di balik seluruh rangkaian kegiatan manasik haji.
-
Perjalanan Haji dan Praktik Simulasi: Penjelasan alur perjalanan haji dari sebelum berangkat, pelaksanaan rukun dan wajib haji, hingga kembali ke tanah air, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik mini atau simulasi di kelas seperti tata cara memakai kain ihram dan simulasi pembacaan doa-doa manasik.
Pada setiap sesi bimbingan teknis, kedisiplinan sangat ditekankan. Setiap perwakilan kelompok diabsen secara teliti guna memastikan bahwa seluruh materi, instruksi, dan panduan teknis benar-benar tersampaikan dengan baik kepada seluruh rombongan tanpa terkecuali.
Memasuki sesi akhir kegiatan, Rektor kembali memberikan pesan penutup yang menjadi sorotan utama sekaligus refleksi bagi para peserta. Beliau mengingatkan agar simulasi ini tidak sekadar dianggap sebagai formalitas pelatihan.
“Anggap Manasik ini sungguhan (praktik nyata) dan ikhtiar (memahami ilmu haji). Bila suatu saat dipanggil untuk ibadah umroh dan haji, setidaknya ada sedikit bekal,” tutur Rektor.
Melalui kegiatan terpadu ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami rukun dan syarat ibadah secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan motorik yang matang apabila kelak mendapatkan panggilan untuk bertamu ke Tanah Suci.


